oleh

Para Pelaku Pembunuhan Pasutri Pengusaha Garmen telah Ditangkap

PENANEGERI, Jakarta – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Metro Jaya bekerjasama dengan Polres Purbalingga berhasil menangkap tiga pelaku pembunuhan berencana dan pencurian terhadap pasangan suami istri pengusaha garmen asal Bendungan Hilir, Jakarta, Husni Zarkasih (58) dan Zakiya Husni (53).

Tiga tersangka, yakni E Kuswara (33), Sutarto (46), dan Ahmad Zulkifli ditangkap di Hotel Harmoni Indah Gerobogan, Jawa Tengah, Rabu (13/9) saat sedang foya-foya dan karaoke.

Salah satu pelaku pembunuhan yakni Zul terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas hingga akhirnya meregang nyawa, lantaran nekat melawan petugas saat hendak ditangkap.

Kawanan perampok disertai pembunuhan ini tergolong sadis karena tega membunuh begitu saja nyawa pasangan suami istri yang telah lama dikenal para pelaku sebagai mantan majikan para pelaku ini.

“Mereka (para tersangka) ditangkap di sebuah hotel di Grobogan, sedang foya-foya, karaoke,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (13/9).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menambahkan, setelah pelaku berhasil membunuh korban, para tersangka niatnya ingin membawa korban ke rumah korban di daerah Pekalongan, supaya cepat ditemukan oleh pihak keluarga.

Kemudian saat dalam perjalanan lagi-lagi Zul yang sedang mengendarai mobil milik korban mengurungkan niatnya, sehingga berubah arah menuju Purbalingga dan akhirnya membuang mayat korban di sungai Klawing, Purbalingga.

“Menurut tersangka ST, niatnya memang ingin menaruh mayat korban di depan rumah yang ada di Pekalongan supaya cepat ditemukan oleh keluarga, tapi dalam perjalan Zul berubah pikiran dan akhirnya membuang kedua mayat itu di sungai Klawing, Purbalingga,” papar Kombes Argo.

Saat ini para petugas Dit Reskrimum berhasil mengamankan barang bukti dari tersangka, mulai dari 1 unit mobil Toyota Altis, uang tunai Rp 100 juta, 15 buah jam tangan berbagai merk, 3 buah kamera, sertifikat tanah, 6 buku tabungan beberapa bank, 7 unit HP, 4 buku BPKB, perhiasan emas dan 1 unit brankas yang berisi emas, Al Quran, sajadah dan BPKB motor.

Atas perbuatannya para tersangka di kenakan Pasal 340 KUHP dan Pasl 365 KUHP, tentang pembunuhan berencana dan pencurian dengan ancaman pidana 20 tahun penjara atau pidana seumur hidup. (*)

(Berita dan Foto oleh Kontributor Pena Negeri : Dwi Julia Putra )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *