oleh

Para Pengungsi Masih Belum Bisa Pulang Kembali ke Marawi

PENANEGERI,Desk Internasional- Pemerintah Filipina meminta warga pengungsi Marawi untuk memahami situasi, karena pihak militer pemerintah masih tidak bisa membiarkan para pengungsi Marawi untuk kembali ke kampung halaman mereka saat baku tembak terus berlanjut di kota Marawi.

Juru bicara kepresidenan Ernesto Abella mengatakan bahwa pemerintah ingin memastikan bahwa warga sipil aman sementara tentara negara terus memburu sisa milisi Maute yang menduduki Marawi.

“Tidak ada jaminan bahwa area di luar zona pertempuran utama sudah aman untuk tinggal, karena insiden kasus korban peluru nyasar juga telah dilaporkan,” tambahnya.

Abella mengatakan militer masih dalam proses pembersihan seluruh kota dari banyaknya ranjau (boobytraps) dan alat peledak improvisasi (IED-Improvised Explosive Device) yang ditanam oleh milisi Maute.

“Bahaya dan risiko ini masih tetap tinggi. Demi keselamatan semua orang, lebih baik hanya menunggu akhir pertempuran dan selesainya operasi pembersihan,” kata Abella kepada wartawan.

Militer mengatakan tentara masih memburu 60 anggota terakhir milisi Maute yang dikaitkan dengan ISIS.

Militer menambahkan bahwa, dalam 48 jam terakhir, pasukan pemerintah berhasil membersihkan 60 bangunan lagi yang sebelumnya digunakan oleh kelompok Maute sebagai benteng pertahanan di zona pertempuran.

Tercatat, sampai tanggal 9 Juli 2017, jumlah korban tewas dalam krisis Marawi telah menembus  angka 500  korban jiwa, dengan setidaknya 379 teroris tewas, 89 tentara dan 39 warga sipil terbunuh.

Tembakan sporadis terus terdengar di Marawi pada hari Minggu (16/7) saat pasukan pemerintah mendesak untuk memburu sisa anggota kelompok Maute yang menduduki kota tersebut.

Militer Filipina mengatakan dalam 48 jam terakhir, mereka membersihkan 60 bangunan lagi yang sebelumnya digunakan sebagai benteng oleh para milisi Maute.

Pihak Militer juga mengatakan tentara sekarang memburu 60 anggota kelompok Maute terakhir dan mereka mendekati “pusat gravitasi” pertempuran.

Berdasarkan informasi di lapangan, militer mengatakan Abdullah Maute, salah satu saudara laki-laki Maute, masih memimpin Milisi Maute yang dikatakan terkait kelompok ISIS.

Kota Marawi hingga hari Minggu (16/7) juga dilaporkan masih tetap dalam keadaaan mencekam karena masih ada baku tembak sporadis antara pasukan pemerintah dan millisi Maute.

Pihak berwenang mengatakan bahwa mereka tidak dapat mengendurkan pengamanan karena perhatian utama mereka adalah keselamatan warga sipil yang tidak bersalah. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *