oleh

Pasukan Irak Perangi Sisa Laskar ISIS terakhir di Mosul

PENANEGERI, Desk Internasional – Pasukan Irak mengatakan mereka berada di tahap akhir dalam operasi mereka untuk merebut kembali Mosul dari ISIL/ISIS. Diperkirakan masih ada sekitar 200-300 sisa laskar teror ISIS masih bertahan di area yang makin sempit, kira-kira hanya 600 yard saja, bagi kelompok ISIS di Mosul.

Militer pemerintah negara Irak mengatakan unit anti-teror Irak mencoba mengendalikan area kecil yang berjarak kurang dari 200 meter persegi, di mana dalam area yang sempat itu sangat mematikan, karena diperkirakan masih ada sekitar 200-an orang laskar teror ISIS yang masih berada di daerah tersebut.

Tentara Irak juga berusaha menghentikan petarung ISIS yang mencoba melarikan diri dengan berenang menyeberangi Sungai Tigris.

Serangan besar terakhir terhambat karena masih ada sekitar 20.000 orang warga sipil masih terjebak di daerah kantong ISIS di Kota Tua Mosul tersebut.

Awal pekan ini, PBB memperingatkan bahwa warga sipil yang terjebak di tengah pertempuran berada dalam “bahaya ekstrim”.

“Orang-orang yang masih terjebak di dalam kantong ini berada dalam kondisi yang mengerikan” menghadapi kekurangan pangan, koordinator kemanusiaan PBB di Irak Lise Grande mengatakan kepada kantor berita AFP.

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi juga telah menyatakan bahwa kebohongan ISIL/ISIS telah berakhir setelah pasukan Irak merebut kembali reruntuhan Masjid al-Nuri, di mana kelompok ISIS tersebut memproklamirkan kekhalifahannya tiga tahun lalu.

Pasukan keamanan Irak mengklaim bahwa mereka siap untuk mengambil kendali penuh kota Mosul, karena kelompok teror ISIS hanya menguasai beberapa ratus meter  saja dari wilayah tersebut, masih bertempur mati-matian untuk mempertahankan beberapa jalan terakhir di tempat pertahanan ISIS di Mosul yang terakhir.

Menurut sebuah laporan kantor berita Reuters, seorang juru bicara militer mengatakan jalur pertahanan ISIS mulai runtuh.

Kelompok teror ISIS  melakukan perlawanan sengit dengan serangkaian pelaku bom bunuh diri, penembak jitu dan granat, guna menghambat kemajuan pasukan pemerintah Irak. Asap tebal dilaporkan oleh kantor berita Reuters mengepul di atas Mosul, yang dilanda serangan udara dan tembakan artileri.

Diperkirakan hanya sekitar 200-300  sisa laskar teror ISIS yang masih tersisa berperang di bagian kecil kota Tua Mosul yang makin  terdesak oleh tentara pemerintah Irak.

Dengan dukungan serangan udara oleh koalisi pimpinan AS, pasukan Irak melancarkan pertempuran untuk merebut kembali kota Mosul pada bulan Oktober, dan telah berhasil merebut kembali bagian timur kota pada bulan Januari dan memulai operasi untuk bagian baratnya bulan depan.

Sejak saat itu ratusan warga sipil terbunuh dan lebih dari 850.000 orang telah mengungsi, menurut pemerintah Irak.

ISIS telah kehilangan sebagian besar wilayah yang pernah dimilikinya selama tiga tahun terakhir.

Kota Tua Mosul dengan masjid Al-Nuri yang sekarang hancur adalah benteng terakhir ISIS di Irak. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar