oleh

Pasukan Irak Rebut Kembali Hawija dari Kelompok ISIS

PENANEGERI, Desk Internasional- Pasukan Pemerintah Irak telah merebut kembali kota Hawija dan daerah sekitarnya dari tangan kelompok ISIS, demikian menurut militer Irak dalam sebuah pernyataan.

Dengan direbutnya kembali Hawija sebagai benteng terakhir kelompok Negara Islam Irak dan Levant atau ISIL/ISIS di Irak utara, satu-satunya wilayah yang masih dibawah kendali kelompok ISIS di Irak adalah bentangan di sepanjang perbatasan barat dengan Suriah.

Hawija dekat dengan kota minyak Kirkuk.

Serangan tersebut dilakukan oleh pasukan pemerintah Irak yang didukung Amerika Serikat dan kelompok paramiliter bersenjata Syiah yang dilatih Iran dan bersenjata yang dikenal sebagai Pasukan Mobilisasi Populer (Popular Mobilisation Forces -PMF).

“Divisi lapis baja 9 Angkatan Darat, Polisi Federal, Divisi Tanggap Darurat dan (…) Mobilisasi Populer membebaskan Hawija,” kata sebuah pernyataan dari komandan operasi gabungan, Letnan Jenderal Abdul Ameer Rasheed Yarallah, pada hari Kamis (5/10) seperti dikutip Kantor Berita Al jazeera.

Mayor Jenderal Raid Shaker Jawdat, komandan Polisi Federal Irak, mengatakan “pasukan federal membebaskan distrik Hawija, rumah sakit Hawija serta lingkungan Askari, Nidaa dan Thawra, dan memegang kendali pusat provinsi Hawija di penuh”.

Pasukan Irak telah melancarkan serangan ofensif pada tanggal 21 September untuk mengusir ISIL/ISIS dari daerah utara Baghdad dimana sampai 78.000 orang diperkirakan terjebak, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Kelompok-kelompok tersebut terus mengendalikan kota perbatasan al-Qaim dan daerah sekitarnya.

Kelompok ISIS juga memegang bagian-bagian dari sisi perbatasan Suriah, namun wilayah yang berada di bawah kendali mereka menyusut saat mereka mundur dalam menghadapi dua kekuatan front yang berbeda – sebuah koalisi yang dipimpin oleh Kurdi dan pasukan pemerintah Suriah dengan milisi Syiah asing didukung oleh Iran dan Rusia.

Kekhalifahan ISIL/ISIS secara efektif runtuh pada bulan Juli, ketika pasukan Irak yang didukung AS membebaskan dan merebut kembali kota Mosul, ibukota de facto kelompok ISIS tersebut di Irak, dalam sebuah pertempuran yang melelahkan yang berlangsung selama sembilan bulan.

Pemimpin kelompok tersebut Abu Bakr al-Baghdadi, -yang mengumumkan kekhalifahan ISIS dari kota Mosul Irak pada pertengahan 2014-, dilaporkan merilis sebuah rekaman audio minggu lalu yang mengindikasikan bahwa dia masih hidup, setelah beberapa laporan dari berbagai pihak yang menyatakan  bahwa dia telah tewas terbunuh. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *