oleh

Patroli Militer Filipina Tewaskan Salah satu Komandan Abu Sayyaf Group (ASG)

PENANEGERI, Desk Interansional- Pasukan militer pemerintah Filipina telah menewaskan seorang komandan Abu Sayyaf Group (ASG), bernama Badong Muktadil, yang selama ini dicari karena menculik dan menyerang kapal asing, demikian rilis tentara Filipina Minggu (13/8).

Badong Muktadil dituduh telah melakukan pembajakan atas kapal Vietnam, penculikan, dan pembunuhan di perbatasan laut dengan Malaysia.

Pasukan pemerintah Filipina sedang berpatroli di perairan lepas pantai di pulau Jolo, 1.000km selatan Manila, pada hari Sabtu (12/8) saat mereka baku tembak dengan para petempur Abu Sayyaf yang tengah di atas kapal kayu, demikian penjelasan Brigadir Jenderal Cirilito Sobejana.

Kelompok tersebut dipimpin oleh Badong Muktadil, seorang pentolan ASG yang dicari karena penculikan, pembunuhan, dan serangan terhadap kapal asing di perbatasan maritim dengan Malaysia, demikian menurut komandan gugus tugas anti-terorisme Filipina Brigadir Jenderal Cirilito Sobejana kepada wartawan.

Kematian salah satu komandan ASG bernama Badong Muktadil, merupakan kerugian besar bagi kelompok bersenjata tersebut, kata Sobejana.

“Netralisasi Badong merupakan kemunduran besar lainnya pada kelompok Abu Sayyaf, terutama mengenai kegiatan penculikan dan terorisme mereka,” kata Sobejana seperti dikutip sebuah laporan berita lokal.

Di antara serangan baru-baru ini yang disalahkan pada kelompok Muktadil adalah penculikan enam anggota awak kapal kargo berbendera Vietnam pada bulan Februari, dan pembunuhan satu anggota awak kapal.

Salah satu anggota awak kapal dari MV Giang Hai juga tewas dalam bentrokan antara penculik dan pasukannya di Jolo pada bulan Juli. Tidak jelas apakah korban tewas dalam baku tembak atau ditembak oleh orang-orang bersenjata Abu Sayyaf.

Kelompok tersebut diyakini menahan sekitar 20 sandera, termasuk 14 orang asing, di pulau Jolo dan provinsi Basilan di dekatnya.

Abu Sayyaf Group juga dituding bersekutu dengan kelompok negara Islam Irak dan Levant ISIL atau dikenal pula sebagai kelompok ISIS.

Sedagkan Isnilon Hapilon, seorang pemimpin Abu Sayyaf Group lainnya, telah diidentifikasi oleh pemerintah Filipina sebagai pentolan petempur ISIL/ISIS yang memerangi tentara pemerintah di Marawi City sejak 23 Mei 2017. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *