oleh

PBB Khawatirkan Situasi Konflik yang Meningkat di Ghouta Timur (Eastern Ghouta)

PENANEGERI, Internasional- Meningkatnya kekerasan di Ghouta Timur (Eastern Ghouta), Suriah, telah membuat PBB (Perserikatan Bngsa-Bangsa) sangat khawatir.

Untuk itu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengulangi seruannya guna mengakhiri pertikaian, sehingga orang-orang yang sakit dan terluka dapat segera dievakuasi, dan pengiriman bantuan kemanusiaan dapat menjangkau mereka yang membutuhkan.

“Hampir 400.000 orang di Ghouta Timur terkena serangan udara, penembakan dan pemboman,” kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Selasa (20/2) oleh Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric seperti diberitakan oleh situs resmi PBB, Rabu (21/2).

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres juga “sangat khawatir dengan situasi yang meningkat di Ghouta Timur (Eastern Ghouta) dan dampaknya yang menghancurkan pada warga sipil,” catat pernyataan tersebut, menambahkan bahwa lebih dari 100 orang dilaporkan terbunuh sejak Senin, termasuk setidaknya 13 anak-anak, sementara lima rumah sakit atau klinik medis terkena serangan udara.

Lebih dari 700 orang memerlukan evakuasi medis segera. Selain itu, ada laporan tentang pemboman dari Ghouta Timur (Eastern Ghouta) di Damaskus.

Baca Juga  DK PBB Didesak untuk Selesaikan Konflik di Ghouta Timur

“Ghouta Timur adalah bagian dari kesepakatan de-eskalasi yang dicapai di Astana,” kata pernyataan tersebut, merujuk pada perundingan Suriah yang ditengahi oleh Rusia, Iran dan Turki di ibukota Kazak.

“Sekretaris Jenderal mengingatkan semua pihak, terutama penjamin kesepakatan Astana, tentang komitmen mereka dalam hal ini,” pernyataan tersebut menambahkan.

Sekretaris Jenderal PBB mendesak semua pemangku kepentingan untuk memastikan prinsip-prinsip dasar hukum humaniter internasional dipatuhi, termasuk akses kemanusiaan tanpa hambatan, evakuasi medis tanpa syarat, dan perlindungan warga sipil dan infrastruktur mereka, kata pernyataan tersebut.

Sementara itu, kepala hak asasi manusia PBB pada hari Rabu (21/2) juga menyerukan diakhirinya penderitaan sipil.

Ini adalah ratusan ribu warga sipil yang telah terjebak selama lebih dari lima tahun dikepung, menderita kekurangan kebutuhan dasar mereka, dan sekarang menghadapi pemboman tanpa henti,” kata UN High Commissioner for Human Rights atau Komissioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Zeid Ra’ad Al Hussein mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Berapa banyak kekejaman yang akan dilakukan sebelum masyarakat internasional dapat berbicara dengan satu suara untuk mengatakan cukup banyak anak yang meninggal, keluarga yang rusak, cukup banyak kekerasan, dan mengambil tindakan tegas dan tegas untuk menghentikan pembunuhan yang mematikan ini?” tambahnya.

Baca Juga  Konvoi Bantuan Kemanusiaan PBB untuk Warga Ghouta Timur

Sejak pemerintah Suriah dan sekutunya meningkatkan serangan mereka terhadap Ghouta timur yang dikuasai oposisi pada tanggal 4 Februari, telah terjadi lebih dari 1.200 korban sipil, termasuk setidaknya 346 orang tewas dan 878 terluka, sebagian besar dalam serangan udara yang menyerang wilayah pemukiman, menurut laporan yang didokumentasikan oleh Office of the UN High Commissioner for Human Rights (OHCHR) atau Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia.  (*)

Komentar

Berita Terbaru