oleh

PBB Prihatin terhadap Perang di Suriah yang Memasuki Musim Dingin Ketujuh

PENANEGERI, Internasional – Setidaknya 13 juta orang di Suriah (Syria) sangat membutuhkan bantuan, saat perang memasuki musim dingin yang ketujuh, demikian PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) memperingatkan.

Dengan jutaan orang putus asa di seluruh Suriah sekarang menghadapi musim dingin ketujuh mereka, Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan pada hari Selasa, bahwa mengintensifkan operasi militer di utara negara tersebut telah memaksa para warga dan keluarganya untuk melarikan diri, dalam keadaan dingin, ke daerah-daerah tanpa sumber daya yang cukup untuk mendukung mereka.

“Sementara beberapa bagian Suriah menyambut adanya keamanan sementara dari permusuhan, banyak lainnya menghadapi operasi militer dan konflik yang intensif,” ujar Juru Bicara PBB Stéphane Dujarric mengatakan pada briefing reguler di New York, seperti dirilis oleh situs resmi PBB, Senin (8/1).

Dia mencatat bahwa lebih dari 13 juta orang di negara tersebut memerlukan bantuan dasar dan perlindungan.

“PBB sangat prihatin atas keamanan dan perlindungan puluhan ribu orang di selatan Idleb dan Hama pedesaan di timur laut Suriah, di mana permusuhan yang sedang berlangsung dilaporkan menyebabkan ratusan kematian dan luka-luka warga sipil,” tambahnya.

Baca Juga  Perang di Suriah Berlangsung Lebih Lama daripada Perang Dunia II

Sejak Desember, pertempuran telah mengungsikan puluhan ribu warga sipil – sudah dalam keadaan yang mencekam.

“Dengan dimulainya musim dingin, tempat penampungan yang aman adalah salah satu masalah terbesar, karena banyak keluarga yang melarikan diri ke daerah-daerah yang sudah memiliki kapasitas penuh atau ke masyarakat dengan sumber daya yang habis,” ujar Stéphane Dujarric menggarisbawahi.

Dia juga menyatakan kekhawatirannya dengan meningkatnya permusuhan di Ghouta Timur yang terus menempatkan warga sipil di garis tembak, mengakibatkan kematian dan luka-luka warga sipil dan merusak infrastruktur.

“Kami mendapat laporan yang mengkhawatirkan bahwa satu-satunya pusat medis darurat di Modira yang berada di daerah yang dikepung di Ghouta Timur rusak akibat serangan udara, sehingga bisa dioperasi,” katanya.

Dujurrac juga mengumumkan bahwa Utusan dibawah  Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan (Under-Secretary-General for Humanitarian Affairs), Mark Lowcock akan mengunjungi Suriah dari tanggal 9 sampai 12 Januari. Kepala bantuan PBB diharapkan bertemu dengan perwakilan pemerintah dan melihat langsung dampak konflik terhadap warga sipil.

Baca Juga  Serangan Udara terus Gempur Kota Raqqa

“Dia akan menilai respon kemanusiaan dan mendiskusikan bagaimana memperbaiki akses dan pengiriman dengan lawan bicara utama,” juru bicara tersebut menjelaskan, menambahkan bahwa ini akan menjadi misi pertama Under-Secretary-General for Humanitarian Affairs, Mark Lowcock ke Suriah sebagai Koordinator Bantuan Darurat. (*)

Komentar

Berita Terbaru