oleh

PBB : Serangan terhadap Tempat Ibadah di Afghanistan Meningkat Tajam

PENANEGERI, Desk Internasional – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan bahwa serangan terhadap tempat-tempat ibadah di Afghanistan makin meningkat tajam.

Afghanistan telah mengalami peningkatan tajam dalam hal serangan terhadap tempat-tempat ibadah keagamaan, pemuka agama dan para pengikut agama, dengan korban sipil sejak tahun 2016 berjumlah hampir dua kali lipat dari jumlah kumulatif tujuh tahun sebelumnya.

Hal ini dinyatakan oleh misi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Afghanistan pada hari Selasa (7/11).

Sejak 1 Januari 2016, Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UN Assistance Mission in Afghanistan – UNAMA) telah mencatat sebanyak 850 orang korban sipil – 273 orang tewas dan 577 orang terluka – dalam 51 serangan yang menyasar pada tempat-tempat ibadah keagamaan, pemuka agama dan para penganut agama, demikian menurut laporan tersebut.

Korban sipil dari jenis serangan ini sejak awal 2016 hampir dua kali lipat total kumulatif yang didokumentasikan antara 2009 dan 2015.

Berbicara pada malam peringatan Arba’een yang berlangsung pada akhir periode berkabung selama 40 hari setelah peringatan hari Ashura, Tadamichi Yamamoto, Perwakilan Khusus Sekjen PBB untuk Afghanistan, mengatakan:

“Menghormati hukum, berhenti menargetkan (menyerang) pengikut dan pemimpin agama. ” ujarnya seperti dirilis oleh situs resmi PBB, Selasa 7 November 2017.

Laporan tersebut menyoroti pola serangan oleh elemen anti-pemerintah yang diarahkan pada warga sipil di tempat-tempat pemujaan, terutama terhadap tempat ibadah kaum Syiah Muslim.

Laporan tersebut juga mendokumentasikan pembunuhan terarah para ilmuwan dan pemimpin agama yang dianggap pro-pemerintah, serta pembunuhan petugas keamanan yang ditargetkan di tengah-tengah jamaah lainnya di dalam masjid.

Yamamoto, yang juga kepala UNAMA, memuji upaya baru-baru ini dari Pemerintah Afghanistan untuk melindungi tempat-tempat ibadah dan mendesak mereka untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi semua orang Afghanistan, terutama mereka yang rentan terhadap serangan sektarian, untuk menjalankan hak mereka atas kebebasan agama atau kepercayaan dan beribadah dengan aman.

Laporan tersebut diakhiri dengan serangkaian rekomendasi, termasuk seruan untuk elemen anti-pemerintah untuk segera menghentikan serangan yang menyasar atau menargetkan para pengikut dan pemuka agama. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar