oleh

PBB Serukan Bantuan Kesehatan bagi Pengungsi Rohingya di Bangladesh

PENANEGERI, Internasional – Badan-badan bantuan kemanusiaan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) di Bangladesh tengah berjuang untuk membantu lebih dari satu juta pengungsi Rohingya yang rentan.

Para pengungsi Rohingya tersebut kini hidup berdesakan di kamp-kamp pengungsian darurat di sepanjang pantai tenggara negara Bangladesh.

Untuk itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (29/3)  meminta dukungan internasional untuk membantu sektor kesehatan yang masih kekurangan dana guna meningkatkan tanggapan bantuan.

“Ini adalah salah satu krisis kemanusiaan terbesar dalam beberapa waktu terakhir,” ujar Dr. Poonam Khetrapal Singh, Direktur Regional WHO Asia Tenggara mengatakan pada pertemuan para mitra di Dhaka, ibu kota Bangladesh, seperti dirilis oleh situs resmi PBB, Kamis (29/3).

“Tidak ada agen tunggal atau Pemerintah Bangladesh saja yang dapat memenuhi kebutuhan kesehatan yang sangat besar dari kelompok penduduk yang begitu besar,” katanya.

Penduduk Rohingya telah menetap di daerah yang rawan badai siklon tropis, dan di daerah yang akan banjir segera setelah hujan dimulai. “Risiko wabah penyakit  dalam kondisi seperti itu sangat besar,” jelasnya, seperti dirilis oleh situs resmi PBB, Kamis (29/3).

Baca Juga  PBB Perkirakan Jumlah Pengungsi Rohingya akan Segera Tembus 300 Ribu Jiwa

Sejak Agustus 2017, hampir 700.000 minoritas Muslim Rohingya telah melarikan diri dari kekerasan di Myanmar untuk menyeberangi perbatasan ke  Cox Bazaar di Bangladesh, untuk bergabung dengan ratusan ribu lebih yang sudah menetap di sana di kamp-kamp darurat yang penuh sesak.

Mengkoordinasilkan kerja lebih dari 100 mitra di lapangan, bersama dengan Kementerian Kesehatan, WHO telah memfasilitasi rencana kontijensi untuk musim hujan.

Untuk meminimalkan risiko penyakit dan kematian, rencana tersebut bertujuan untuk melanjutkan layanan kesehatan selama hujan dan banjir.

Selain itu, kesemua 207 fasilitas kesehatan di wilayah tersebut telah dievaluasi untuk kerentanan selama musim hujan, dengan 25 persen dari mereka dijadwalkan untuk relokasi.

Sejak dimulainya krisis Rohingya, sudah 900.000 dosis vaksin kolera diberikan kepada para pengungsi dan komunitas tuan rumah mereka, di samping dua kegiatan vaksinasi campak dan tiga untuk difteri,  awal pekan ini dengan dukungan WHO.

“Namun,” Dr. Khetrapal Singh memperingatkan “banyak kapasitas sektor kesehatan untuk merespons tergantung pada ketersediaan sumber daya.”

Baca Juga  PBB : Sepertiga Keluarga Pengungsi Rohingya di Bangladesh Rentan

Selain itu, penduduk yang rentan akan memerlukan layanan lanjutan untuk kesehatan reproduksi, ibu dan anak, penyakit menular dan tidak menular, serta dukungan psikososial, Direktur Regional WHO menambahkan.

WHO telah meminta kepada mitra untuk bantuan $ 16,5 juta guna dukungan lanjutan pada tahun 2018, yang merupakan bagian dari bantuan sebesar $ 113,1 juta yang diharapkan oleh semua mitra kesehatan di bawah Rencana Tanggap Bersama untuk krisis Rohingya. (*)

Komentar

Berita Terbaru