oleh

Pedagang Daging Meugang Ramadhan di Kota Bireuen Ditiadakan

PENANEGERI, Bireuen – Untuk mencegah wabah virus Corona, Pemkab dan Tim Gugus Tugas Penanggulangan Virus Corona di Kabupaten Bireuen melarang adanya aktivitas penjualan daging meugang menjelang bulan puasa Ramadhan di Kota Bireuen.

Kecuali itu, pedagang diperbolehkan memotong hewan meugang di desa masing-masing, guna memudahkan warga untuk mendapatkan daging meugang.

Disamping larangan itu, Tim Gugus Tugas Penanggulangan Virus Corona meminta warga Bireuen agar tidak melakukan mudik lebaran sebagaimana imbauan pemerintah.

“Biasanya tahun-tahun sebelumnya, Pemkab Bireuen menyidiakan tempat lokasi untuk pedagang daging meugang di seputaran Jalan Langgar, Kota Bireuen. Tapi kali ini lokasi itu dilarang berjualan,” terang Jubir Tim Gugus Tugas Penanggulangan Virus Corona Bireuen, Husaini SH, MM, Senin (13/4).

Larangan tersebut, sambung Husaini, merupakan hasil rapat unsur Forkompimda Bireuen dua hari lalu dan sudah dikoordinasikan ke masing-masing unsur kecamatan agar disampaikan kepada pedagang daging meugang setiap kecamatan.

“Agar memenuhi kebutuhan daging meugang, maka  kepada setiap desa/gampong membuat lapak meugang di desanya masing-masing. Atau dapat langsung membeli di pasar daging  di Pasar Induk Cureh,” harapnya.

Anjuran dapat dibukanya lapak berjualan daging meugang di setiap desa ini mengikuti protokol penanganan pencegahan covid-19 di Kabupaten Bireuen.

Disamping tidak membuka lapak di dalam Kota Bireuen, Pemkab Bireuen juga meminta kepada masyarakat Bireuen untuk tidak melakukan mudik baik keluar Kota Bireuen, dan kebijakan tersebut juga keputusan bersama untuk terhindar penyebaran Covid-19.

“Kita minta kepada camat di 17 kecamatan dalam Kabupaten Bireuen agar menyampaikan hal ini dan diteruskan ke keuchik atau kepala desa masing-masing,” pintanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *