oleh

Pejabat Pemkab Bireuen yang Meninggal Kemarin Tak Terkait Covid

PENANEGERI, Bireuen – Meninggalnya almarhum, Drs Syarwan Ibrahim (48) yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN), di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen, Selasa (14/4) lalu tidak ada hubungannya dengan wabah Covid-19.

Hal itu ditegaskan Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Bireuen, Husaini SH MM kepada Penanegeri.com, Kamis (16/4) terkait adanya berita simpang siur ditengah-tengah masyarakat.

“Pemkab Bireuen serta tim gugus tugas penanggulangan virus Corona Bireuen, meminta masyarakat, dan siapa saja agar tidak menyebarkan berita bohong atau hoax terkait  meninggalnya almarhum Syarwan Ibrahim,” tegasnya.

Diakui Husaini, jabatan terakhir almarhum sebelum meninggal adalah sebagai Sekreretaris Dinas Pertanahan Kabupaten Bireuen dan saat ini sedang mengikuti seleksi jabatan di Pemkab setempat.

Pada saat ia terjatuh di depan Cafe Ruwais, Selasa (14/4) sekitar pukul 18.45 WIB, almarhum masih mengenakan seragam ASN Pemkab Bireuen.

“Sebelumnya almarhum ini baru saja mengikuti seleksi jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang sedang dilelang oleh Pemkab Bireuen. Saat itu kondisi almarhum kelelahan karena sedang mengikuti seleksi tersebut,” terangnya.

Bahkan, tambah Husaini, dari keterangan Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Amir Addani M Kes, almarhum sudah lama menderita penyakit diabetes dan sakit lambung.

“Almarhum ini meninggal dunia karena kadar gula darah turun dan serangan jantung, dan bukan akibat wabah Covid-19,” timpalnya.

Untuk itu pihaknya berharap kepada masyarakar agar tetap tenang dan tidak meyebarkan hoax di tengah wabah Covid-19 yang sedang berlangsung saat ini.

Selanjutnya, sambung Jubir Gugus Covid-19 Bireuen, almarhum telah dimakamkan sesuai dengan Syariat Islam di kampung kediamannya, Gedong Alue, Kota Juang, Bireuen.

“Yang pasti, meninggalnya almarhum Syarwan Ibrahim, tidak ada hubungannya dengan wabah Covid-19 yang sedang melanda saat ini,” pungkas Husaini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *