oleh

Pelaku Kejahatan Siber Ditangkap

PENANEGERI, Jakarta – Pihak Kepolisian Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah berhasil menangkap terduga penyebar konten SARA dan ujaran kebencian di media sosial.

Penangkapan dilakukan pada pemilik akun Facebook bernama Sri Rahayu Ningsih alias Ny Sasmita (32).

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Fadil Imran, menyatakan bahwa pelaku yang diketahui bernama Sri Rahayu Ningsih asal Lampung itu, telah ditangkap di Desa Cipendawa, Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu, (5/8) dini hari.

“Pelaku kami tangkap pada Sabtu (5/8) dini hari, pukul 01.00 WIB,” kata Fadil di Jakarta, Sabtu (5/8).

Dari tangan pelaku, polisi menyita empat unit handphone, satu flashdisk, tiga sim card, satu buku, satu jaket, dua kemeja, dan satu kaus.

“Barang Bukti disita 4 buah HP berbagai merek, 1 buah flashdisk , 3 buah sim card, 1 buah buku berisi email dan password tsk, 1 buah jaket, 2 kemeja dan 1 buah kaos sesuai foto di FB,” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Fadil Imran, Jakarta, Sabtu (5/8).

Dia menjelaskan, penangkapan terhadap Sri dilakukan setelah penyidik mengkaji konten Facebook yang bersangkutan lebih dahulu. Menurutnya, berdasarkan keterangan ahli bahasa, konten yang diunggah Sri dalam akun Facebook-nya melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

“Tersangka mendistribusikan puluhan foto-foto dan tulisan dengan konten penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo, beberapa partai, organisasi kemasyarakatan dan kelompok, dan konten hoax lainnya,” kata Fadil dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/8).

Menurut Fadil, modus yang dilakukan Sri Rahayu adalah dengan mendistribusikan puluhan foto-foto dan tulisan melakui akun FB miliknya dengan berbagai konten. Seperti SARA terhadap suku dan ras penghinaan terhadap berbagai pihak dan kelompok, konten hatespeech (ujaran kebencian) dan hoax lainnya.

“Kami akan terus memonitor intensif perkembangan dunia sosmed dan tidak segan untuk menegakkan hukum bagi para pelaku hatespeech dan hoax, sejauh ini satgas siber bareskrim telah menangkap sebanyak 12 tersangka dalam 2 bulan ini,” jelasnya.

Sebelum dilakukan penangkapan telah dilakukan pemeriksaan Ahli Bahasa bahwa konten dalam postingan merupakan larangan dalam UUTE sebagaimana Pasal 45 ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan atau Pasal 16 Jo Pasal 4 (b)1 UU No 40 Tahun 2006 tentang Penghapusan diskriminasi ras dan etnis. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *