oleh

Pelaku Pembakaran Hidup-hidup, ditangkap Polisi

PENANEGERI,Bekasi- Jajaran Reskrim Polrestro Bekasi, akhirnya menangkap dua tersangka pelaku pengeroyokan dan pembakaran terhadap Muhammad Al Zahra (MA) alias Joya (30), pria yang dibakar hidup-hidup, di Pasar Baru, Kabupaten Bekasi.

Keduanya tidak terlibat pembakaran saat aksi main hakim itu terjadi pada Joya. Polisi tengah memburu pelaku lain, terutama yang berperan membakar dan menyediakan bahan bakar.

Dua tersangka berinisial NMH atau NA dan SH atau SU ini diduga berperan menendang Joya.

Kedua tersangka pengeroyokan ini, SU dan NA, masing-masing berperan memukul korban MA sebanyak tiga kali dan tersangka juga aktif menendangi tubuh korban yang tidak berdaya tanpa belas kasihan.

Kepolisian masih memburu‎ lima pelaku lainnya yang diduga kuat, terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembakaran tersebut.

Menurut Kapolrestro Bekasi Kombes Pol Asep Adi Saputra, kasus pengeroyokan dan pembakaran ini muncul setelah terjadi tindak pidana pencurian amplifier di Musala Al Hidayah, di Kampung Cabang Empat, Desa Hirupjaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (1/8) petang. ‎Saat itu, pelaku MA melakukan pencurian amplifier dan berhasil ditangkap massa. Tidak hanya itu, pelaku MA, juga dibakar massa dengan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium hingga tewas di tempat.

“Polrestro Bekasi telah menetapkan dua tersangka pelaku pengeroyokan berinisial NA umur 39 tahun dan SU umur 40 tahun,” ujar Asep Adi Saputra, Senin (7/8).

Joya meregang nyawa, tewas secara mengenaskan di Pasar Muara, Bekasi, setelah dihakimi massa pada Selasa 1 Agustus 2017, akibat dituduh mencuri amplifier musala. Kepergian ayah satu anak itu menimbulkan rasa simpati masyarakat pada keluarga korban.

Masyarakat berduyun-duyun mendatangi rumah duka di Kampung Kavling Jati, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara.

Joya meninggalkan istri yang tengah hamil enam bulan dan putra sulung bernama Alif. Bocah yang berusia empat tahun itu kerap menanyakan keberadaan sang ayah, yang biasa mengajaknya salat dan mengaji di musala dekat rumah kontrakan mereka.

Berdasarkan keterangan dari para pelaku pengeroyokan, motif mengeroyok dan membakar MA karena telah melakukan tindak pidana pencurian barang berupa amplifier. Kini kedua pelaku, NA dan SU, dijebloskan di Rutan Polres Metro Bekasi guna proses penyidikan.

Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 170 ayat (2) ke-3e KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal dua belas tahun penjara. ‎

Polisi telah mengidentifikasi orang-orang yang terlibat pengeroyokan dan pembakaran pria 30 tahun itu. Kepolisian berharap dapat menangkap pelaku lainnya dalam waktu cepat. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *