oleh

Pelaku Teror Bendera ISIS di Mapolsek Kebayoran Lama Ditangkap

PENANEGERI, Jakarta– Seorang lelaki muda berinisial ‘GOH’ berumur 20 tahun ditangkap oleh pihak Kepolisian RI terkait kasus pemasangan bendera ISIS di Mapolsek Kebayoran Lama.

Pelaku teror bendera ISIS di Mapolsek Kebayoran Lama Jakarta ini ditangkap Polisi pada hari Jumat (7/7).

“Yang bersangkutan ditangkap pada 7 Juli 2017 sekitar pukul 21.00 WIB,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto dalam keterangannya, Minggu (9/7).

Lelaki muda berinisial ‘GOH’ itu ditangkap di Jalan H Nurisan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Terkait penangkapan pelaku pemasangan bendera ISIS di pagar mapolsek kebayoran lama Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menyebut pemahaman radikal didapat GOH sejak 2015.

“Untuk pemahaman radikal diperoleh yang bersangkutan dari cyber space sejak tahun 2015, salah satunya dari grup dan channel Telegram,” jelas Brigjen Pol Rikwanto.

Pelaku GOH ini melakukan teror di Mapolsek Kebayoran Lama dengan memasang bendera ISIS dan juga meletakkan surat berisi ancaman sudah ditangkap oleh pihak kepolisian.

Seperti diberitakan PenaNegeri Pagar Mapolsek Kebayoran Lama dipasangi bendera yang diduga mirip bendera ISIS oleh orang tak dikenal pada Selasa (4/7) dini hari.

Mendapati adanya teror bendera ISIS, maka bendera hitam tersebut langsung diturunkan dari pagar Mapolsek Kebayoran Lama.

Keterangan menyebutkan, sekitar pukul 05.30 Wib, Selasa (4/7), petugas jaga di Mapolsek Kebayoran Lama mendengar suara sepeda motor berhenti di pinggir jalan, depan markas.

Karena curiga, anggota polisi mengecek motor tersebut, namun pengendara motor pergi dengan terburu-buru dalam suasana arus lalulintas mulai ramai.

Setelah ditelusuri, didapati bendera yang diduga identik dengan bendera ISIS terpasang di pagar depan Mapolsek Kebayoran Lama.

Bendera hitam itu diketahui pertama kali pada  Selasa (4/7) pukul 05.30 WIB oleh anggota Polsek Kebayoran Lama setelah menunaikan shalat Subuh.

Selain itu didapati pula satu botol air minum satu liter yang di dalamnya ada kertas karton warna kuning bernada provokatif ancaman dan ujaran kebencian.

Selanjutnya bendera dengan ukuran 100 X 50 cm itu diamankan, kemudian satu bekas botol mineral yang didalamnya ada kertas karton warna kuning yang bertuliskan ujaran kebencian juga diamankan untuk diadakan penyelidikan lebih lanjut.

Pihak Mapolsek Kebayoran Lama telah memeriksa CCTV yang terpasang di sekitar lokasi, guna mengungkap siapa pelaku pemasangan bendera warna hitam yang dipasang di pagar depan Mapolsek Kebayoran Lama.

Dengan kejelian penyelidikan oleh pihak Kepolisian maka selang waktu tiga hari kemudian yakni pada hari Jumat (7/7) pelaku berinisial GOH yang diduga sebagai pelaku teror bendera ISIS di Mapolsek Kebayoran Lama inipun ditangkap petugas.

“Yang bersangkutan memasang sendiri bendera ISIS tersebut di Mapolsek Kebayoran Lama, dengan kemudian meletakkan surat ancaman yang sudah dibuat sebelumnya di rumah,” ujar  Brigjen Pol Rikwanto.

Brigjen Pol Rikwanto mengatakan teror yang dimaksud GOH adalah memberi peringatan pada seluruh aparat serta mengingatkan tentang adanya paham khilafah. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *