oleh

Pemain Kecelakaan, Panitia dari Askab PSSI Bireuen Tak Sediakan Mobil Ambulan

PENANEGERI, Bireuen – Pertandingan Kompetensi Divisi Utama dan Divisi I memperebutkan piala Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Bireuen dilapangan Gandapura, Bireuen menunai protes.

Protes tersebut terjadi ketika pertandingan hari keempat Divisi Utama, Selasa (19/3) lalu, saat tim Putra Cureh menjamu Geulanggang Kulam, dimana salah seorang pemain Putra Cureh atas nama Tu Mun mengalami insiden kecelakaan saat pertandingan berlangsung. Sementara penitia tak menyediakan mobil ambulan.

Akibatnya Tu Mun terpaksa harus dirujuk ke Pukesmas dengan menggunakan satu unit mobil Mapolsek Gandapura, pasalnya panitia pertandingan dari Askab PSSI Bireuen tidak menyedikan mobil ambulan yang seharusnya stan by di lapangan tersebut.

Akibat mengabaikan keselamatan pemain, sejumlah warga ikut menyesali tanggungjawab panitia dari Askab PSSI Bireuen itu, apa lagi even itu menguras anggaran APBA tahun 2019 sebesar Rp 500 juta.

“Sejatinya panitia harus tetap menyediakan mobil ambulan dan stand by di pinggir lapangan, karena ini kompetensi Divisi Utama dan Divisi I dan harus tetap menjaga keselamatan pemian yang tampil,” ujar Mukhlis salah seorang pencinta sepakbola di wilayah itu.

Baca Juga  Seorang Pelajar di Aceh Tamiang Tewas Bunuh Diri

Insiden itu juga sempat diunggah diakun Facebook “Ari Arjuna”, Ia juga menginformasikan kalau panitia pertandingan tidak menyedian mobil ambulan ketika pemain Putra Cureh mengalami cedera dan terpaksa harus dirujuk ke Pueksmas menggunkan mobil Polsek setempat.

Sementara itu, Panitia Pelaksana Askab PSSI Bireuen, Sardani saat dikonfirmasi wartawan mengaku, kalau pihak dari panitia telah menyelesaikan persoalan tersebut.

Dikatakan Sardani, ketika pertandingan tersebut memang mobil ambulan tidak berada dilokasi pertandingan.

Panitia, tambahnya, sedang berembuk untuk membicarakan agar mobil ambulan dapat ditempatkan didua lokasi pertandingan, yakni dilapangan Cureh, Geulanggang Gampong, Kota Juang, Bireuen serta lapangan Gandapura.

“Tapi anggaranya itu disusun oleh orang Banda Aceh cuma satu tempat, dan disaat kami sedang berembuk, menggelar rapat terkait mobil ambulan, sudah kejadian insiden pemain. Kita akui saat itu panitia memang kecolongan,” terang Sardani, Kamis (21/3) kemarin.

Kendati demikian, sembung Sardani, permasalahan tersebut sudah kami selesaikan, begitu juga dengan mobil ambulan dan kini sudah stand by selama pertandingan berlangsung.

“Sekarang, panitai tetap menyediakan mobil ambulan, kesiapan guna menghindari bila ada insiden selama pertandingan,” sebutnya.

Komentar

Berita Terbaru