oleh

Pembangunan IPAL di Gampong Pande Dihentikan

PENANEGERI, Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh menghentikan sementara pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berada di Gampong Pande Kecamatan Kutaraja Banda Aceh.

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin mengatakan, proyek pembangunan IPAL tersebut dihentikan sementara karena adanya penemuan situs sejarah yaitu batu nisan yang diduga milik para raja masa kerajaan Aceh di lokasi pembangunan instalasi.

“Kita hentikan sementara pembangunan proyek IPAL itu, sambil mencari kebenarannya melalui penelitian lebih lanjut sampai ada solusi baru,” kata Zainal Arifin kepada wartawan saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan masyarakat peduli sejarah dan masyarakat Gampong Pande serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tentang pembangunan IPAL, beberapa waktu lalu di ruang sidang utama DPRK setempat.

Nantinya, kata Zainal, setelah dilakukan penelitian dan dibenarkan bahwa dilokasi itu memiliki banyak situs sejarah maka bisa dipastikan pembangunan IPAL akan dialihkan ke lokasi lain.

“Kita berkewajiban menjaga situs sejarah, itu kita jaga,” tegasnya.

Keputusan itu diambil setelah pihak Pemko Banda Aceh, PPKK Kementerian PUPR, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Aceh, dan keturunan raja dan sultan Aceh, menggelar pertemuan di Bappeda Banda Aceh, Senin (11/9) lalu.

Warga menolak pelaksanaan Proyek IPAL untuk tidak dilanjutkan. Karena keberadaan proyek instalasi itu berada pada situs cagar budaya yang di dalamnya terdapat makan para ulama dan raja-raja Kesultanan Aceh.

Masyarakat pun meminta Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh memancangkan tapal batas antara wilayah Gampong Pande dan Gampong Jawa sesuai peta desa yang ada dari Wali Kota Banda Aceh tahun 2010 lalu. Kemudian tuntutan terakhir warga meminta Pemko Banda Aceh untuk membangun gapura atau pintu gerbang sebagai pertanda memasuki wilayah Gampong Pande.

Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh juga meminta agar proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berada di gampong Pande, Kecamatan Kuta Raja segera dihentikan.

“Dari hasil Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang dihadiri tim pemerintah kota Banda Aceh, LSM dan lembaga peduli sejarah pada awal September 2017, kami sepakat agar proyek IPAL segera dihentikan sementara,” kata Ketua DPRK Banda Aceh, Arif Fadillah, Senin (9/10).

Sambil menunggu adanya solusi, Pemko akan mencari informasi untuk pemindahan IPAL tersebut.  Saat ini aktifitas pembangunan proyek tersebut juga telah dihentikan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *