oleh

Pembunuh Mantan Geuchik Alue Kaol Diancam 15 Tahun Penjara

PENANEGERI, Langsa – Tim gabungan Polres Langsa yang terdiri dari Sat Intelkam dan Sat Reskrim, Sabtu (8/2), sekitar pukul 03.00 WIB, berhasil meringkus DPO kasus pembunuhan, Zainal Abidin alias Aman Gaya, (44), di Gampong Alue Kol, Kecamatan Rantau Seulamat, Aceh Timur.

Selain meringkus tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 4 buah parang, 3 buah pisau, 3 buah pisau kikir dan 1 buah gerenda. Akibat perbuatannya pelaku dijerat KUHP Pasal 338 Subsider 351 Ayat 3 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Demikian disampaikan Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan, SIK, M.Sc didampingi Wakapolres, Kompol M Dahlan SH, Kasat Reskrim, Iptu Arief S Wibowo SIK, Kasat Intel, AKP Zulfahmi, SH pada konfrensi pers kasus pembunuhan Zainuddin, Minggu (9/2).

Dijelaskannya, pembunuhan yang terjadi pada 3 Agustus 2016 yang lalu berawal dari perselisihan paham mengenai tapal batas rumah korban dengan rumah yang dipicu oleh adanya anak korban bermain-main di pohon rambutan yang diklaim pohon tersebut milik pelaku.

Karena tidak terima pohonnya dijadikan tmpat bermain oleh anak korban, maka pelaku menegur dengan nada kencang, sehingga korban selaku orang tua merasa tidak terima dan terjadi percekcokan mulut yang membuat pelaku tidak terima perlakuan tersebut.

Baca Juga  Terlibat Narkoba, Tiga Personel Polres Bireuen Diberhentikan Tidak Hormat

Kemudian, pelaku mengambil sebuah parang lalu mengayunkan ke arah korban, namun tidak mengenainya. Sebaliknya korban juga mengambil sebuah parang dan terjadi perkelahian diantara keduanya, sehingga korban terkena tebasan parang tepat dilehernya dan mengakibatkan meninggal dunia.

Setelah itu, tersangka Zainal Abidin alias Aman Gaya tersebut langsung kabur dan bersembunyi selama ini di hutan di kawasan pedalaman Aceh Timur.

Sementara, korban malam di tanggal 3 Aguatus 2016 itu, ditemukan oleh warga dan keluarganya dengan kondisi sudah tak bernyawa di lokasi kebun mereka.

Lanjut Kapolres, pasca kejadian, keberadaan pelaku terus berpindah-pindah sehingga menyulitkan pihak berwajib melacak keberadaannya, hingga akhirnya pada Sabtu (8/2) pukul 04.00 WIB, tim gabungan berhasil menangkapnya.

“Pelaku cukup berbahaya, karena selama ini ia selalu membawa pisau bersamanya, sehingga angggota cukup berhati-hati saat menangkapnya,” pungkas Kapolres.

Komentar

Berita Terbaru