oleh

Pemerintah Plot 40 Miliar untuk Pemberdayaan Ekonomi Korban Konflik Aceh

-Aceh-839 views

PENANEGERI, Aceh Utara – Tahun ini, pemerintah Aceh dikabarkan mengalokasikan dana sekitar Rp 40 miliar untuk pemberdayaan ekonomi para korban konflik, mantan kombatan GAM dan Tapol Napol. Dana tersebut dikabarkan disalurkan melalui Badan Reintegrasi Aceh (BRA).

“Tahun 2019 ini, mungkin ada anggaran sekitar Rp 40 miliar. Itu untuk pemberdayaan ekonomi Tapol Napol, korban konflik dan kombatan,” ujar Deputi BRA, Azhari kepada Penanegeri.com, Jumat (5/7).

Ia mengatakan, untuk ketransparanan penyaluran bantuan itu, BRA ke depan ini melakukan verifikasi dan validasi data secara faktual agar bantuan benar-benar tersalurkan kepada para korban konflik dan para mantan kombatan.

“Di kami ini sekarang sudah sekring data. Artinya begini, seorang korban konflik jelas apa dia korban. Apakah tertembak, apakah orang tuanya tertembak (kekerasan), atau rumahnya dibakar. Kalau orang tuanya meninggal tertembak, kan anak masih hidup, kita selidiki. Itu harus jelas faktanya,” jelas Azhari.

Masing-masing pemohon bantuan, sambungya, harus berdasarkan rekomendasi yang bersangkutan. Jika korban konflik, harus ada surat keterangan dari kepala desa untuk membenarkan bahwa pemohon benar korban konflik, begitu juga para mantan kombatan harus mendapatkan rekomendasi dari Panglima Wilayah.

Baca Juga  Susi Handayani, Anak Yatim di Indra Makmur yang Putus Sekolah Karena Faktor Ekonomi

“Setelah itu, datanya diserahkan ke BRA kabupaten sebagai peninggal, baru direkomendasikan oleh BRA kabupaten ke BRA provinsi. Data korban konflik atau mantan kombatan harus benar-benar sesuai fakta, tidak boleh dimanipulasi,” pungkas Azhari.

Komentar

Berita Terbaru