oleh

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Memuji Keberhasilan Uji Coba Nuklir

PENANEGERI, Desk Internasional- Pemimpin Korea Utara atau lazim disebut pula sebagai DPRK Democratic People Republic Korea, menyebut tes Bom Hidrogen (Thermo Nuklir) minggu lalu sebagai ‘kesuksesan sempurna’ dan mendesak pengembangan senjata nuklir lebih lanjut.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memuji keberhasilan tes nuklir itu sebagai “keberhasilan sempurna”.

Uji coba nuklir itu adalah uji coba nuklir keenam dan terbesar di negara itu dan, Kim Jonh-un mendesak pengembangan senjata lebih lanjut, demikian menurut media pemerintah.

Secara nasional, Korit  mengadakan jamuan makan, konser dan pertunjukan di layar akhir pekan pawai pada hari Minggu (10/9) untuk merayakan uji coba nuklir 3 September 2017 lalu, yang menurut Korut adalah bom hidrogen yang bisa dipasang pada sebuah roket rudal misil.

Ledakan tersebut, yang terjadi beberapa minggu setelah negara tersebut melepaskan dua rudal balistik antar benua (ICBM-Inter Continental Ballistic Missille) yang tampaknya dapat menjangkau wilayah daratan AS, yang telah memicu kecaman global dan seruan untuk meningkatkan sanksi terhadap negara yang terisolasi tersebut.

Namun pemimpin Korea Utara justru memuji “keberhasilan sempurna dalam uji bom H” tersebut.

Pujian ini dinyatakan saat makan malam untuk memberi selamat kepada ilmuwan dan teknisi di balik program nuklir tersebut, demikian kantor berita resmi Korea Central News Agency (KCNA) melaporkan.

“Peristiwa keberuntungan besar sejarah nasional”, Kim Jong Un juga menyerukan agar “upaya melipatgandakan”, guna menyelesaikan misi negara tersebut yang ingin sepenuhnya menjadi negara dengan kekuatan nuklir yang diakui Dunia.

Berita dua halaman yang dimuat oleh surat kabar resmi DPRK, ‘Rodong Sinmun’ pada hari Minggu (10/9) menunjukkan foto pemimpin Kim dan istrinya Ri Sol-Ju menghadiri sebuah konser khusus yang diadakan untuk ilmuwan nuklir dan teknisi.

Tes senjata ini dalam beberapa bulan terakhir, bertentangan dengan sanksi PBB yang telah dijatuhkan, dan telah memicu ketegangan yang meluas atas program senjata Korea Utara.

Korut mengatakan perlunya senjata nuklir untuk melindungi dirinya sendiri, namun AS menyatakan bahwa Korut “meminta perang”.

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Minggu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengatakan bahwa kirisis mengenai program nuklir dan rudal Korea Utara adalah risis terburuk di dunia, dan membuatnya sangat khawatir.

“Kita harus berharap bahwa keseriusan ancaman ini membuat kita berada di jalur penalaran sebelum terlambat,” kata Guterres di surat kabar ‘Sunday Le Jurnal du Dimanche’ Prancis.

Sekjen PBB Gutteres juga meminta persatuan antara para anggota Dewan Keamanan PBB, yang akan mempertimbangkan sebuah rancangan resolusi baru yang dipresentasikan oleh Amerika dalam beberapa hari ini, yang akan menjadi sanksi yang paling keras yang pernah dikenakan ke Korea Utara.

AS menyerukan embargo minyak ke Korea Utara, sebuah aset membekukan Kim Jong-un, larangan tekstil dan penghentian pembayaran pekerja migran asal Korea Utara.

Voting untuk sanksi baru ini akan dilaksanakan pada hari Senin (11/9) meskipun China dan Rusia dianggap belum sepakat terhadap tindakan sanksi tersebut. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *