oleh

Pemkab Aceh Utara Dinilai Belum Mampu Sejahterakan Petani

-Aceh, Ekonomi-23 views

PENANEGERI, Aceh Utara – Mustafa, salah seorang pengamat pertanian menilai, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara selama ini belum menyejahterakan petani. Salah satu masalah fatal bagi petani saat ini adalah persoalan anjloknya harga komoditas.

“Harga komoditas pertanian saat ini anjlok terus. Seperti TBS sawit, gabah dan sebagainya. Ini masalah fatal bagi petani. Jangan dianggap enteng, karena harapan petani ada pada harga komoditas,” tutur Mustafa saat dimintai tanggapannya melalui telepon seluler, Sabtu (30/3).

Ia juga menilai, kebijakan pemerintah daerah selama ini belum memberikan dampak yang positif untuk keberlangsungan hidup petani. Produktivitas pertanian, katanya, di Aceh sudah memadai, namun terbentur dengan permasalahan harga jual.

“Padahal banyak program yang dapat diterapkan pada sektor pertanian untuk menyejahterakan petani. Seharusnya pemerintah Indonesia meningkatkan ekspor, bukan impor. Tapi selama ini kan yang banyak impor-impor saja,” timpal Mustafa.

Dirinya memberikan contoh terhadap salah satu komoditas pertanian yang harganya tidak stabil dan anjlok, seperti padi dan TBS sawit. Harga TBS sawit per kilogram rata-rata di bawah Rp 1000, begitu juga gabah kering rata-rata sekitar Rp 4000.

Baca Juga  Sabang Terima Raport Kepatuhan dari Ombudsman

“Dua jenis komoditas ini jangan dianggap enteng. Karena, mayoritas penduduk Aceh sebagai petani sawah dan sawit. Jangan sampai kalau harga gabah turun, petani disuruh tanam jengkol. Ini program bodoh,” ucap Mustafa.

Ia berharap, pemerintah Indonesia umumnya terus melakukan upaya-upaya untuk menggairahkan petani secara intensif dan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani.

Komentar

Berita Terbaru