oleh

Pemkab Bireuen Tak Ada Gagasan, Warga Manfaatkan Irigasi Sebagai Objek Wisata Spot Tubing

-Aceh-1.330 views

PENANEGERI, Bireuen – Hingga kini, lokasi objek wisata di Kabupaten Bireuen belum satupun tergarap secara maksimal, bahkan tidak tertangani secara serius dari pemerintah setempat.

Hal itu terbukti, hingga saat ini belum satupun lokasi wisata alam di Kabupaten Bireuen menjadi andalan bagi warga Kota Juang itu. Bilapun ada, objek wisatanya lahir akibat peran masyarakat, bukan ide atau gagasan dari dinas terkait.

Mestinya, kehadiran objek wisata di Bireuen akan menambah PAD, serta dapat mendongkrak sektor ekonomi warga, seperti pedagang kecil.

Beberapa dekade pimpinan daerah Bireuen telah terlewati, tapi belum setupun tercetus gagasan dan ide ke arah pembangunan wisata islami, kecuali wacana yang tak terealisasi, termasuk bupati sekarang.

Warga sekitar Kota Bireuen harus memanfaatkan saluran irigasi yang membelah perkampungan menjadi tempat wisata air. Mereka memanfaatkan jernihnya air saluran irigasi, hanya untuk  mandi dengan ban bekas sebagai wahana bermain.

Saluran irigasi yang hanya satu meter lebih itu kini berubah sebagai wahana permainan air yang relatif murah dan aman bagi anak-anak. Sebuah gagasan dan ide yang lahir dari warga, bukan dari Pemerintah Kabupaten Bireuen.

Baca Juga  Pemkab Bireuen Lamban Tangani Dampak Banjir

Sejak dua bulan terakhir, beberapa pengunjung datang ke objek wisata air diperbatasan Desa Juli Seutuy, Juli dan Bireuen Meunasah Teungku Digadong, Kecamatan Kota Juang, Bireuen.

Menariknya objek tersebut, anak-anak mandi dengan memanfaatkan ban bekas di saluran irigasi. Kini objek tersebut menjadi magnet wisatawan lokal. Khususnya warga seputar kota saat liburan.

“Ini potensi yang harus menjadikan inovasi menjadi objek wisata desa, dan diyakini rupiah akan berputar disana, terutama pedagang kecil,” kata Geuchik Bireuen Meunasah Dayah, Mahyeddin Abdullah, Senin (29/7).

Dikatakannya, akses menuju ke sana bisa dilalui dari arah Kota Bireuen, tetapnya di kilometer 2, atau arah selatan rumah sakit BMC Bireuen meski melintasi ruas jalan persawahan yang kondisinya belum dilakukan pengerasan, karena jalan sawah.

“Wisata air ini sebenarnya hanya untuk anak-anak desa sekitar saja, namun dalam perjalanannya, justru orang tua dan dewasa ikut mengantar anaknya, karena sangat menyenangi river tubing dengan ban bekas,” ujar Mahyeddin.

Sebelum seramai ini, lokasi irigasi dengan kelebaran sekitar lima meter tersebut merupkan lokasi anggota Batalyon Raider Khusus 113/Jaya Sakti untuk latihan berenang.

Baca Juga  Bireuen Ajukan Perbup Penyaluran THR Bagi PNS

“Tapi belakangan ini sudah ramai, apalagi disini tersedia satu balai tempat berteduh. Dulunya dimanfaatkan oleh petani bila turun ke sawah,” ujar Muslim, warga Kota Juang Bireuen.

Dengan adanya wahana ini, pengunjung juga bisa mencicipi jajanan yang dijual pedagang keliling, seperti bakso bakar, mie goreng siap saji, es krim serta makanan ringan lainnya. Pedagang kecil ini pun ikut keciprat rezeki.

Banyak yang berharap, Pemerintah Bireuen seharusnya menyediakan wahana permainan dan objek wisata bagi anak-anak, seperti halnya dilakukan oleh beberapa kabupaten/kota lainnya di Aceh.

“Sejatinya Pemerintah Daerah Bireuen meulalui dinas terkait memiliki ide atau inovasi, sehingga Bireuen memiliki wahana atau lokasi wisata bagi anak-anak. Tapi hingga beberapa sudah pergantian bupati,  tak satupun terealisasi nyata,” kata Muslim.

Beranjak dari itu, selama Kabupaten Bireuen tidak memiliki wahana atau wasata air sebagai pendukung bagi anak-anak, kendati Bireuen baru saja meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2019, kendati simbul itu bertolak belakang dari fakta di lapangan.

Komentar

Berita Terbaru