oleh

Pemusnahan Hortikultura Impor yang Dicurigai Membawa Hama Penyakit di Stasiun Karantina Pertanian kelas 1 Sorong

PENANEGERI, Sorong – Pada hari Rabu tanggal 9 Oktober 2019 pukul 09.50 WIT di Kantor Karantina Stasiun Pertanian Kelas 1 Sorong, Jl. Selat Sunda, Komplek Bandara DEO Kota Sorong, Distrik Sorong Manoy, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat telah dilaksanakan Konferensi Pers Pemusnahan Media Pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina OPTK Impor di Area Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas 1 Sorong.

Kegiatan pemusnahan Media Pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina OPTK Impor ini dipimpin oleh Kepala Karantina Kota Sorong Drh. I. Wayan Kartanegara

Dalam keterangannya, Kepala SKP Kelas 1 Sorong Drh. I Wayan Kartanegara mengatakan bahwa Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Sorong telah melakukan pengawasan terhadap segala bentuk media pembawa yang berasal dari luar negeri baik itu berupa tanaman atau benih hortikultura.

“Telah kita lakukan penyitaan berupa Teh asal Shanghai Cina, Daun kering asal Malaysia, Benih asal Malaysia, Taiwan dan Buah Kurma asal Saudi Arabia, Tanaman Hortikultur asal Singapura, yang tanpa dilengkapi dokumen guna untuk mencegah penyebaran penyakit dari luar,” terang Kepala SKP Kelas 1 Sorong Drh. I Wayan Kartanegara.

Kantor Karantina Stasiun Pertanian Kelas 1 Sorong adalah instansi pemerintah yang tugas dan fungsinya adalah mencegah masuk dan menyebarnya penyakit, baik penyakit hewan tumbuhan yang melalui media pembawa baik itu melalui hewan tumbuhan.

“Oleh karenanya kita perlu bekerja sama untuk menjaga bersama agar penyebaran penyakit melalui produk-produk tersebut (media pembawa) dapat kita hambat bersama,” ujar Kepala SKP Kelas 1 Sorong Drh. I Wayan Kartanegara.

Untuk itu lanjutnya, diharapkan kepada seluruh intansi agar bergandengan tangan untuk mengatasi hal ini karena tugas ini tanpa ada kerja sama antara intansi terkait, maka SKP Sorong tidak bisa bekerja maksimal.

Drh. I Wayan Kartanegara menjelaskan masuknya segala media (produk) berupa Hortikultura yang dikirim dari luar negeri perlu dilengkapi dengan dokumen, dan apa bila hal itu tidak diindahkan maka akan melangar UU no. 16 Tahun 1992 serta Permentan No. 09 Tahun 2009 tentang Persyaratan dan Tata Cara Tindakan Karantina Tumbuhan Terhadap Pemasukan Media Pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina ke dalam Wilayah Negara Republik Indonesia.

“Bahwa dengan ditegakkannya UU pelarangan masuknya barang berupa media yang berasal dari luar negeri baik itu berupa tanaman atau benih hortikultura akan kita tindak dengan tegas hal tersebut sebagai wadah untuk mengamankan daerah kita dari penyebaran penyakit atau pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di Wilayah Papua Barat,” terangnya.

Pencegahan ini guna memberikan kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat di tanah Papua ini.

Kepala KPPBC TMP C Sorong, Bambang Eko Prawinestyono yang hadir dalam acara kegiatan ini juga menyatakan ucapan terimakasih dan memberikan apresiasi kepada Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Sorong yang telah memutus mata rantai penyebaran penyakit di Wilayah Papua khususnya di Wilayah Sorong. Bahwa dalam pengiriman barang perlunya dilengkapi dokumen-dokumen agar proses pengiriman dapat berjalan dengan baik.

Kemudian keterangan dari Kepala Kantor Pos Kota Sorong Edwin yang menyatakan perlunya kerjasama antara semua pihak untuk bekerja sama antar intansi terkait guna untuk menghambat peredaran barang terlarang seperti apa yang sudah dilakukan oleh Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Sorong.

Berikut daftar Media Pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina OPTK Impor, yang  dimusnahkan di Area Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas 1 Sorong :

a. Teh kering dari China
b. Benih Bunga Matahari & Bunga Tulip dari Singapura
c. Daun Kering dari Malaysia
d. Benih bunga & sayuran dari Malaysia
e. Benih bunga & sayuran dari Taiwan.
f. Benih bunga & sayuran dari Singapura
g. Buah Kurma muda & kurma kering dari Saudi Arabia.

Tepat pada pukul 10.24 WIT dilakukan proses pemusnahan Media Pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina OPTK Impor di Area Stasiun Karantina pertanian ( SKP) Kelas 1 Sorong.

Kegiatan pemusnahan terhadap produk-produk Media Pembawa (MP) atau produk hortikultura impor di atas dilakukan karena produk impor itu tidak dilengkapi dengan Phytosanitari Certificate (PC) atau sertifikat kesehatan dari negara asal sesuai dengan yang dipersyaratkan pada UU no. 16 Tahun 1992 serta Permentan No. 09 Tahun 2009 tentang Persyaratan dan Tata Cara Tindakan Karantina Tumbuhan Terhadap Pemasukan Media Pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina Ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia.

Pemusnahan media pembawa HPHK dan OPTK Impor, ini sebagai tindakan pencegahan penyebaran penyakit yang dapat masuk ke wilayah Indonesia dari Luar Negeri.

(Liputan oleh : Wawan, Kontributor PenaNegeri di Papua)

Komentar

Berita Terbaru