oleh

Penanaman Mangrove di Wilayah Kerja Koarmada III dalam rangka HUT TNI Ke – 74

PENANEGERI, Sorong – Pada hari Senin tanggal 07 Oktober 2019 mulai pukul 10.42 WIT di Kawasan Wisata Mangrove, Kelurahan Klawalu, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat telah dilaksanakan Penanaman Mangrove di Wilayah Kerja Koarmada III dalam rangka memperingati HUT TNI Ke- 74.

Acara ini berkaitan dengan event nasional :  Penanaman Mangrove sebanyak 300.074 pohon Mangrove secara serentak di seluruh Indonesia dengan tema “Selamatkan Bumi Untuk Anak Cucu Kita”.

Di Sorong sendiri acara ini penanaman Mangrove ini dipimpin oleh Pangkoarmada III Laksda TNI I N.G. Ariawan SE. MM, ,Serta diikuti sekitar 250 orang.

Para Pejabat yang ikut serta adalam event di Sorong ini  adalah :  Laksma TNI Dadik Hartanto M. Tr. Hanla (Kepala Staf Pangkoarmada III), Brigjen TNI (Mar) Suaf Yanu Hardani (Danlantamal XIV/Sorong), Kolonel Inf Luhut Bernandus Sidabariba, S.I.P (Kasi Terrem 181/PVT), Letkol Inf Budiman, S.E., M.I.Pol., M.M. (Dandim 1802/Sorong), Letkol Inf Doddy Yudha.S.IP, MTr (Han) (Danyon 762/VYS), AKBP Ari Nyoto Setiawan (Dansat Brimob Den B pelopor), AKBP Mario crhristy P. S Sirigar S.I.K , MH (Kapolresta Sorong), dr. Hj.Pahimah Iskandar (Wakil Walikota Sorong), Julian Kely Kambu (Kepala Badan Lingkungan hidup kota Sorong), M. Takwim (Kepala KSOP Kota Sorong). Ahmad Muhdor, SH. (Kajari Sorong),Sunarto (Kepala Basarnas Kota Sorong).

Serta diikuti oleh para Asisten dan Kasatker Koarmada III dan lantamal XIV, juga tidak ketinggalan para pelajar SMA N tingkat kota Sorong.

Sambutan Walikota Sorong yang diwakili oleh Wakil Walikota Sorong dr. Hj.Pahimah Iskandar mengatakan bahwa dalam kegiatan Penanaman Mangrove ini telah dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia karena akan arti pentingnya pohon Mangrove untuk tempat habitat laut dapat berkembang biak.

Untuk itu maka mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk melakukan rehabilitas alam Mangrove guna meningkatkan sumber daya alam.

Apalagi  telah dicanangkan oleh Gubernur Provinsi Papua Barat bahwa Provinsi Papua Barat sebagai Provinsi konservasi, dengan pentingnya keanekaragaman hayati, ekonomi kreatif dan pariwisata,

Kemudian dalam sambutannya, Panglima Koarmada III Laksda TNI I N.G. Ariawan SE. MM mengatakan bahwa Provinsi Papua Barat sebagai bagian NKRI, dimana NKRI adalah wilayah negara kepulauan yang memiliki hutan Mangrove yang sangat besar di dunia, dengan estimasi sekitar 23% Mangrove dari keseluruhan ekosistem Mangrove dunia yang penting dan manfaat yang besar bagi khususnya penduduk dari aspek biologis.

Untuk itu maka Hutan Mangrove berfungsi sebagai stabilisator sumber daya hayati di wilayah pesisir yang akan berpengaruh terhadap perekonomian wilayah pesisir. Selain itu keberadaan hutan Mangrove memiliki keistimewaan dalam berbagai hal baik dari aspek fisik dan ekonomi.

Dari aspek fisik, Mangrove mampu menahan ombak mencegah abrasi bahkan mampu meminimalisir kerusakan yang diakibatkan oleh tsunami.

Kemudian dari aspek ekologi, Mangrove mampu berfungsi sebagai filter polusi air dan udara karena terdapat pada kondisi tanah berlumpur dan mampu menyerap polutan atau asap dari udara di samping itu juga sebagai habitat tempat hidup dan berkembang biaknya berbagai jenis ikan dan biota laut.

Sedangkan dari sisi ekonomi, Mangrove mampu menghasilkan kayu, serta menghasilkan buah atau biji yang dapat dibuat berbagai makanan atau minuman.

Sedangkan pada bagian kulit batang maupun sangat baik untuk bahan baku pewarna batik.

Selain itu keberadaan hutan Mangrove juga memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi objek wisata alam.

Keberadaan hutan Mangrove di beberapa daerah saat ini kondisinya cukup memprihatinkan, mengingat besarnya jumlah pertumbuhan penduduk yang mengakibatkan wilayah kawasan Mangrove di beberapa daerah telah direklamasi menjadi daratan untuk dijadikan tempat hunian atau tempat industri.

Di sisi lain adanya eksploitasi yang berlebihan terhadap hasil produksi Mangrove tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan akibat menurunnya luas hutan Mangrove yang ada di Indonesia.

“Oleh karenanya upaya-upaya yang dilakukan untuk melestarikan sumber daya tersebut merupakan suatu tuntutan yang harus dilaksanakan dan diwujudnyatakan karena sumber daya alam yang berada di laut merupakan salah satu potensi nasional yang dapat memberikan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia, apabila dikelola secara baik dan benar, ” terang Panglima Koarmada III Laksda TNI I N.G. Ariawan SE. MM. 

Kegiatan penanaman pohon Mangrove oleh prajurit TNI yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, selain dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke 74 TNI , juga kegiatan ini telah memecahkan rekor Muri dengan menanam pohon Mangrove yang berjumlah 300.0074 buah pohon Mangrove yang disebar di 74 titik di seluruh Indonesia.

Sedangkan untuk wilayah kerja dengan menggunakan lahan seluas 24,5 hektar dilaksanakan penanaman pohon Mangrove dengan jumlah 64000 pohon.

“Hal yang baik ini dapat kita jadikan sebagai langkah untuk memulihkan dan melindungi kelestarian ekosistem sebagai upaya pemulihan konservasi di wilayah Papua Barat dan sekitarnya,” terang Panglima Koarmada III Laksda TNI I N.G. Ariawan SE. MM., dengan bijaksana.

Untuk itu Pangkoarmada III mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta memelihara dan menjaga pohon Mangrove yang ditanam bersama serentak pada hari ini agar dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik, sehingga ke depan diharapkan ekosistem dan biota laut dapat memberikan andil dalam meningkatkan kondisi ketahanan nasional pada hakikatnya yang semakin baik.

Kegiatan penanaman Pohon Mangrove di Kawasan Wisata Mangrove, Kelurahan Klawalu, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat oleh Koarmada III dilakukan dalam rangka memperingati HUT TNI Ke 74 tahun 2019, dengan tujuan utama dapat meningkatkan sumber daya hayati yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang berada di pesisir, sebagaimana pohon Mangrove dapat bermanfaat untuk lingkungan hidup karena dengan penamanan pohon Mangrove dapat bermanfaat bagi biota laut untuk berkembang biak.

Untuk itu maka segenap masyarakat perlu sadar untuk bersama-sama menjaga kelestarian daerah pesisir pantai, agar jangan sampai area pesisir yang tadinya tumbuh Mangrove, namun jika tidak dirawat bersama-sama oleh warga, maka bisa menjadi gundul tanpa pohon Mangrove.

Karena pentingnya pohon Mangrove bagi kehidupan manusia maupun biota laut serta, pohon Mangrove berfungsi untuk mengurangi abrasi dan sangat penting untuk ekosistem.

(Berita liputan dan Foto oleh : Wawan, kontributor redaksi penanegeri di Papua)

Komentar

Berita Terbaru