oleh

Penembak di Las Vegas bernama Stephen Paddock

PENANEGERI, Desk Internasional- Sedikitnya 58 orang tewas dan 500 orang lainnya terluka setelah seorang pria bersenjata yang kemudian diketahui bernama Stephen Paddock (64) menembaki penonton konser di Las Vegas Strip yang populer di negara bagian Nevada, Amerika Serikat.

Penembakan massal tersebut terjadi pada hari Minggu (1/10) di luar sebuah bangunan di Mandalay Bay Resort and Casino selama festival di kawasan Route 91. Lebih dari 22.000 orang hadir di konser tersebut.

Polisi telah berhasil mengidentifikasi penembak tersebut, pelaku adalah pria berusia 64 tahun bernama Stephen Paddock, yang menembaki kerumunan dari lantai 32 hotel Mandalay Bay.

Penyerang yang diduga melakukan penembakan itu kemudian ditemukan tewas di kamar hotelnya, kata sebuah pernyataan polisi, seperti dikutip sejumlah kantor berita Internasional, Minggu (1/10).

Polisi Metropolitan Las Vegas berhasil mengidentifikasi tersangka penyerang bernama Stephen Paddock berusia 64 tahun.

Dalam sebuah pernyataan, polisi mengatakan mereka menemukannya tewas di kamar hotel yang mereka yakini sebagai tempat tersangka melepas serangan tersebut.

Clark County Sheriff Joseph Lombardo menggambarkan penyerang itu sebagai “pelaku tunggal (lone wolf)” dan menyatakan bahwa “situasi telah terkendali”.

Mandalay Bay Resort and Casino terletak di Las Vegas Strip, sedangkan kota Las Vegas  adalah tujuan wisata yang populer bagi wisatawan domestik dan internasional. Beberapa angka memperkirakan bahwa rata-rata lebih dari 40 juta wisatawan mengunjungi kota setiap tahunnya, yang rata-rata lebih dari 109.000 setiap hari.

Penembakan tersebut terjadi saat pertunjukan musik country di festival Route 91 Harvest. Foto-foto yang diposkan di media sosial menunjukkan para penonton terjatuh di jalanan, saat yang lainnya kabur dalam kepanikan.

Lebih dari 22.000 orang menghadiri konser tersebut, menurut polisi Las Vegas.

Saksi mata dan peserta konser mengatakan tembakan tersebut berasal dari posisi tinggi di Hotel Mandalay Bay Resort and Casino.

Dalam pidato di televisi, Presiden AS Donald Trump menyampaikan rasa duka mendalam, serta mengecam  serangan tersebut sebagai “tindakan kejahatan murni (act of pure evil)”. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar