oleh

Pengadilan Sidang Kasus Eksploitasi Anak di Lhokseumawe

PENANEGERI, Lhokseumawe – Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe, menyidangkan perkara kasus eksploitasi anak kandung dengan dua terdakwa yaitu MU dan UG, Selasa (12/11) kemarin.

Dalam sidang perdana kemarin, dua terdakwa tidak menghadirkan pengacaranya. Sehingga Pengadilan menunjukkan Munawir, SH dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bhakti Keadilan menjadi kuasa hukum pasangan suami istri tersebut.

Sidang perdana tersebut dilaksanakan di ruang Garuda Pengadilan Negeri Kelas II B Lhokseumawe. Sidang itu turut dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe.

JPU Kejari Lhokseumawe Fakrillah pada kesempatan tersebut mengatakan kedua terdakwa MU dan UG melanggar pasal 76 i dan pasal 13 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2004 tentang perlidungan anak. Sedangkan dakwaan kedua dikarenakan juga melakukan kekerasan skis terhadap anak, mereka melanggar pasal 45 ayat 1 UU nomor 23 tahun 2004 tentang kekerasan terhadapĀ  rumah tangga.

“Keduanya akan dikenakan hukuman penjaran diatas lima tahun penjara dan itu sesuai dengan sesuai dengan Undang-Undang dikenakan untuk para terdakwa,” kata dia.

Baca Juga  Petinju Bireuen Hanya Sabet Perunggu di Piala Pangdam

Sidang kemarin ditunda dan akan dilanjutkan pada pekan depan dengan menghadirkan saksi-saksi untuk memberikan keterangan terkait apa yang telah diperbuat oleh terdakwa.

Sementara Kuasa hukum terdakwa yang ditunjukkan Pengadilan yaitu Munawir SH mengatakan tidak mengajukan keberatan atas persidangan itu dan pihaknya akan mempelajari pasal-pasal yang dikenakan pada terdakwa.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, MI (39), dan UG (34), ditetapkan sebagai tersangka kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), karena diduga menganiaya dan memaksa anaknya MS yang masih usia 9 tahun untuk mengemis.

MI merupakan ayah tiri korban yang juga warga asal Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie. Sedangkan UG merupakan ibu kandung korban, yang berdomisili di Lorong Metro, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Komentar

Berita Terbaru