oleh

Pengelola Kolam Renang Diminta Pisahkan Laki-laki dan Perempuan

-Aceh-359 views

PENANEGERI, Langsa Pengelola kolam renang diminta pisahkan tempat berenang antara laki-laki dan perempuan. Ini untuk mencegah terjadinya perbuatan khalwat, mesum ikhtilat dan lain sebagainya atau peluang yang melanggar syariat Islam.

Demikian disampaikan, Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif MM, kepada Penanegeri.com, Minggu (30/12).

Dijelaskannya, hal ini kami minta, karena berdasarkan laporan masyarakat, bahwa di kolam renang sangat besar peluang terjadinya perbuatan khalwat/mesum, ikhtilat dan perbuatan lainnya yang melanggar syariah antara laki laki dan perempuan, karena selama ini tempat berenang antara laki laki dan perempuan tidak dipisahkan.

“Mereka berenang bercampur baur laki laki dan perempuan dengan pakaian yang minim yang memungkinkan mengundang atau menimbulkan syahwat yang akhirnya bisa terjadi perbuatan khalwat/mesum, ikhtilat dan perbuatan lainnya yang melanggar syariat islam,” sebutnya.

Lebih lanjut Ibrahim Latif mengatakan, untuk mencegah dan menghindari terjadinya perbuatan perbuatan yang melanggar syariat Islam di kolam renang, maka kita minta kepada pemilik/pengelola kolam renang yang ada di wilayah ini untuk memisahkan tempat berenang antara laki laki dan perempuan.

Baca Juga  Dewan SDA Aceh Rekomendasikan Pengembalian Status Hutan Lindung Kemuning

Selain itu, kita juga meminta kepada semua pemilik/pengelola kolam renang untuk membuat aturan, ketika berenang tidak menggunakan pakaian yang minim artinya tidak mengumbarkan aurat baik ketika berenang maupun sebelum atau sesudah berenang.

“Mari sama sama kita menjaga agar negeri ini tidak ditimpa musibah, karena tidak mencegah atau bermaksiat kepada Allah SWT,” ujar Ibrahim Latif.

Selanjutnya kita meminta kepada guru atau pihak sekolah untuk tidak membawa anak anak ke kolam renang dalam waktu bersamaan antara laki laki dan perempuan.

“Anak laki laki dibawa atau diawasi oleh guru laki laki, anak perempuan dibawa atau diawasi oleh guru perempuan dan waktunya dibedakan, begitu juga dengan pakaian, dilarang anak anak membuka/mengumbar aurat kendatipun sedang berenang,” pintanya.

“Mari kita sama sama memberikan ¬†edukasi yang baik kepada anak anak sejak dini, dimana saja dan kapan saja. Kita berharap kepada semua pihak untuk mendukung upaya yang kita lakukan ini, yaitu upaya pencegahan maksiat dan upaya penegakan syariat Islam disegala sisi usaha dan kehidupan kita. Semoga Allah Swt memberikan keberkahan kepada kita semua dan kemakmuran dan kesejahteraan kepada kota kita ini,” tutupnya.

Komentar

Berita Terbaru