oleh

Pengungsi Rohingya di SKB Bireuen Mulai Tak Makan

PENANEGERI, Bireuen – sejak ditutupnya dapur umum, pengungsi muslim Rohingya yang ditampung di Kompleks Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bireuen, mengeluh kekurangan air minum dan mulai tak makan, Sabtu (8/12).

Sejumlah warga muslim Rohingya mengaku, selama beberapa hari belakangan ini kesulitan memperoleh air minum sejak ditutupnya dapur umum.

Di samping air minum, makanan bagi mereka juga menipis. Bahkan beberapa diantara pengungsi itu mengaku tidak mendapatkan sarapan pagi.

“Tadi kami tidak makan, karena kami tidak memasak, gas elpiji untuk memasak tidak ada lagi,” kata seorang pengungsi Rohingnya, Muhammad Zubir yang sudah bisa berbahasa Indonesia kepada Penanegeri.com, Sabtu (8/12).

Selain itu, air minum juga tidak ada lagi, bila memasak mereka juga kesulitan karena gas elpiji habis.

Disisi ain, para pengungsi Rohingya itu juga mempertanyakan pemindahan mereka ke Langsa sebagaimana yang telah dijanjikan oleh pemerintah daerah dan provinsi Aceh.

“Kalau kondisi seperti ini, kami sudah tidak tahan terus-menerus di SKB ini, apa lagi stok makanan menipis. Selama ini kami juga harus tidur di ruang terbuka,” terang Muhammad Zubir.

Baca Juga  20 Warga Rohingya Dibawa ke Imigrasi Langsa

Sedikitnya 79 pengungsi muslim Rohingya yang sebelumnya terdampar di perairan kawasan Kuala Raja, Kuala, Bireuen beberapa bulan lalu hingga kini belum dipindahkan ke Langsa dan masih bertahan hidup, di kompleks SKB Cot Gapu, Bireuen.

Komentar

Berita Terbaru