oleh

Penimbun BBM Ditangkap Polres Bireuen

PENANEGERI, Bireuen – Seorang warga di Kecamatan Kuala, AF (31) ditangkap tim Opsnal Satreskrim Polres Bireuen karena diduga telah penyimpan atau menimbun BBM jenis premium tanpa izin.

Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi melalui Kasat Reskrim Polres Bireuen, Iptu Dimas Adhit Putranto kepada wartawan di Mapolres Bireuen, Sabtu (25/1/2020) mengatakan, AF ini ditangkap, Rabu (22/1) di salah satu desa di Kecamatan Kuala, Bireuen.

Menurut Kasat, AF ini diamankan setelah adanya informasi masyarakat terkait penimbunan BBM jenis premium di sebuah gudang di kawasan Kuala, Bireuen.

“Setelah mendapatkan laporan tersebut, tim melakukan penyelidikan atas kebenanaran informasi tersebut dengan mendatangi ke TKP, guna melakukan pemeriksaan dan pengecekan terhadap gudang tersebut,” ucapnya.

Dalam penyelidikan itu, tim menemukan barang bukti 14 unit drum berisikan minyak hasil olahan tradisional, 11 jerigen berisi BBM jenis premium, 1 unit pompa air, 1 timbangan, 1 ember dan 2 corong.

Selanjutnya tim ikut menemui pemilik gudang, yakni AF dan setelah diinterogasi, dalam menjalankan usahanya, pelaku tidak melengkapi izin yang dikeluarkan oleh instansi terkait.

Baca Juga  Polisi dan Petugas Lingkungan Ambil Sampel Air Krueng Batee Iliek Bireuen

“Selama ini pelaku menimbun BBM jenis premium dan menjualnya kembali kepada masyarakat,” ungkapnya.

Belakangan, AF mengaku mendapatkan pasokan minyak hasil olahan tersebut dari seseorang dari kawasan Peureulak, Aceh Timur dan saat ini sedang dilakukan penyelidikan dan pengembangan.

Minyak olahan tersebut, sambung Kasat Reskrim dibeli oleh pelaku AF dengan harga Rp 1.450 ribu per-drum, untuk minyak premium sendiri dibelinya dari salah satu SPBU, di Kecamatan Peusangan.

Minyak premium tersebut kembali dijual Rp 8.700 per liternya. Hingga sejauh ini kasus tersebut masih dilakukan penyelidikan oleh unit Tipiter Satreskrim Polres Bireuen.

“Pelaku tak ditahan dan Ia melanggar Pasal 53 huruf c dan d Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman paling lama 3 tahun penjara,” sebutnya.

Komentar

Berita Terbaru