oleh

Peningkatan Komoditi Daerah, Bupati Galus Gelar Rapat

PENANEGERI, Gayo Lues – Untuk meningkatkan potensi dan komoditi pertanian, Bupati Gayo Lues (Galus), H Muhammad Amru, langsung memimpin rapat pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), yang berlangsung diruang kerja Bupati setempat, Kamis (15/11).

Dalam rapat itu, Muhammad Amru menyampaikan, guna meningkatkan potensi dan komoditi pertanian, Pemerintah Gayo Lues memiliki keinginan membentuk BLUD.

“Mengenai pembentukan BLUD-DB agar diverifikasikan, dengan meningkatkan pengelolaan dan pengawasan. Dan untuk rancangannya, agar bisa menjadi perhatian Dinas terkait serta kita semua,” tuturnya.

Terlebih, sambung Amru, saat ini perdagangan komoditi jenis atsiri sere wangi, saat ini sudah mencapai Rp 9 milyar perbulan, tetapi untuk komoditi ini belum ada pendapatan bagi daerah, sama halnya dengan perdagangan kopi.

Oleh sebab itu, Bupati meminta agar setiap aktifitas perdagangan komoditi pertanian serta lainnya, kedepan harus memiliki pendapatan untuk daerah, sebagai PAD.

Selain itu, Bupati juga mendorong seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan alam dengan komoditi baru, seperti Jernang. Sebab, tanaman ini bisa ditanam sebanyak-banyaknya, tanpa merusak hutan, terlebih, harga komoditi ini juga menjanjikan, dengan harapan, bisa meningkatkan penghasilan masyarakat serta menjadi pemasukan bagi daerah untuk menambah PAD Gayo Lues, ujar Bupati.

Baca Juga  Bupati Galus Gelar Pertemuan Bersama Puluhan Wartawan

Sementara itu, salah satu Tim Task Force, Saparudin, dalam kesempatan yang sama berpendapat, jika untuk pemasukan daerah, tentu lebih baik mengarah ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), akan tetapi, BLUD juga bisa disiapkan ke arah pelayanan.

“BLUD tetap kita bentuk dan dipercepat, tetapi kita juga mengkaji BUMD sebagai pembantu dalam memanfaatkan potensi Daerah. Kami rasa, kedua program ini bisa meningkatkan PAD,” tandas Saparudin.

Kemudian Tim Task Force lainnya, Abdul Karim, juga menyampaikan bahwa BLUD dibentuk dalam rangka membantu penyelenggaraan Pemerintah, tanpa harus terikat dengan anggaran di suatu instansi termasuk diantaranya Pembentukan BLUD-DB.

“Untuk menarik dana bergulir, maka kita harus membentuk LPDB dan LPP. Jadi BLUD itu bukan hanya bisa untuk satu unit saja, melainkan bisa diberbagai unit.” Kata Karim.

Disisi lain, salah satu anggota DPRK Gayo Lues, Yusuf Haswad, lebih fokus pada permasalahan hukum, agar BLUD terhindar dari permasalahan hukum, kiranya ada aturan baru.

“Terlebih berkaitan dengan pemerintahan, hendaknya melibatkan pihak ketiga, dalam artian, memudahkan Pemerintah untuk melaksanakan rancangan program,” jelas Yus.

Baca Juga  Bupati Galus Buka Turnamen Sepakbola Liga Aceh Wilayah II

“BLUD ini kan dibentuk berkaitan dengan PAD Gayo Lues, sehingga dana yang diperoleh BLUD nantinya, dapat menciptakan peluang usaha baru, yang pada akhirnya bisa menghasilkan PAD Gayo Lues.” Tambahnya.

Tampak hadir dalam rapat tersebut, Bupati dan Anggota DPRK Gayo Lues, Tim Task Force, Sekda Gayo Lues, Asisten II dan III, Kepala Dinas, serta Kepala Bagian Dinas terkait.

Komentar

Berita Terbaru