oleh

Pensiunan Bidan di Bireuen ini Wakafkan Tanahnya Senilai Rp 3,9 Miliar untuk Bangun Meunasah

-Aceh-12.872 views

PENANEGERI, Bireuen – Niat Nurhayati Daud (70), pensiunan bidan yang kini menetap di Gampong Keude Bayu, Syamtalira Bayu, Aceh Utara akhirnya terlaksana setelah Ia mewakafkan tanah dan bangunan rumahnya untuk lokasi pembangunan meunasah, di Gampong Bireuen Meunasah Capa, Kota Juang, Bireuen.

Lahan seluas 30 X 65 meter atau 1.950 meter persegi itu terletak di lintasan Jalan Bireuen-Takengon dan merupakan harta warisan dari almarhum orang tuanya yang telah diwarisan untuknya.

Prosesi pewakafan tanah tersebut sudah sampai pada tahap akhir dan kemarin, Jumat (28/2) sore dengan turunnya petugas dari BPN Bireuen telah turun ke lokasi. Mereka mengukur tanah tersebut untuk kepentingan pengurusan sertifikat.

Kepala Dusun Kommes, Ridwan Ibrahim kepada Penanegeri.com, Sabtu (29/2) mengatakan, prosesi pewakafan tanah dari Nurhayati Daud kepada Dusun Kommes telah selasai kemarin.

“Dengan telah diwakafkan sebidang tanah ini, maka lokasi pembangunan meunasah tentunya sangat strategis, terutama letaknya. Sedangkan luasnya juga cukup besar,” tuturnya.

Dalam proses pengukurannya ikut disaksikan langsung Nurhayati Daud selaku pihak pewakaf. Lalu pihak penerima wakaf disaksikan Tgk Imum Dusun Kommes, Tgk Ilyas, Kepala Dusun Kommes Ridwan Ibrahim, Ketua Pemuda Saiful Bahri dan sejumlah warga Dusun Kommes lainnya.

Sementara itu, Nurhayati Daud kepada Penanegeri.com mengatakan, belakangan ini lahan tersebut ditempati keponakannya. Sedangkan bangunan di sebelahnya, disewa oleh pengusaha pabrik roti.

“Saya mewakafkan tanah warisan tersebut guna dibangunnya tempat ibadah, atas kerelaan sendiri dan penuh keikhlasan. Tanah wakaf ini saya meniatkan pahalanya kepada kedua orang tua yang telah almarhum,” sebutnya.

Diakui Nurhayati, tanah warisan ini tidak jual dan diwakafkan, selagi dirinya masih hidup, apalagi tanah dan rumah tersebut sempat tinggal bersama dengan kedua orang tuanya.

Sebelum tanah tersebut diwakafkan, dirinya telah mendapat persetujuan dari kedua anaknya yang kini telah memiliki penghasilan sendiri dan hidup berkecukupan.

Selama ini, tambah Nurhayati, dirinya sempat menawarkan kalau tanah tersebut diwariskan kepada kedua anaknya tersebut.

“Tapi kedua anak saya bilang, mereka ada harta sendiri dan keduanya ikut setuju dan menawarkan kalau tanah itu diwakafkan saja,” tandasnya.

Ketua Pemuda Dusun Kommes, Gampong Bireuen Meunasah Capa, Bireuen, Saiful Bahri didampingi Ery Syah Reza ikut  mengucapkan terimakasih dan terharu atas keikhlasan ibu Nurhayati Daud yang telah  mewakafkan tanahnya untuk pembangunan tempat ibadah bagi warga Dusun Kommes.

Dikatakannya, saat ini harga rata-rata tanah dikawasan itu berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp2,5 juta permeter persegi. Bila seluas 1.950 meter persegi itu, kalau dihargai Rp 2 juta per meter persegi saja, maka nilainya mencapai Rp 3,9 miliar.

“Dengan telah diwakafkan, maka lokasi tanah tersebut nanti akan dibangun meunasah Dusun Kommes. Untuk pembangunan meunasah itu sendiri dananya tetap dari swadaya masyarakat setempat,” sebut Saiful Bahri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *