oleh

Penuhi Undangan Warga, Irma Suryani Upayakan Pengembangan Wisata Air Terjun di Tamiang Hulu

-Aceh, Politik-27 views

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Sekretaris Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Kabu­paten (DP­RK) Aceh Tamiang, Irma Suryani, M.Kes dan Ca­mat Tamiang Hulu, Iman Suhery, S.STP, M.SP diundang oleh warga Desa Rongoh, Kecamatan Tamiang Hulu untuk datang ke desa mereka melihat wisata alam Air Terjun Tingkat 1000.

Dengan kehadiran mereka, warga berharap potensi Air Terjun 1000 yang berlokasi di pegunungan Rongoh dapat digali untuk dipromosikan, agar le­bih dikenal masyarakat luas dan mampu menggerakan per­ekonomian masyarakat kampung setempat.

Pantauan awak media di lapangan, Irma Suryani yang didam­pi­ngi seorang Kader DPD NasDem Kabupaten Aceh Tami­ang, Intan Zahrani, SE dan Camat Tamiang Hulu Iman Suhe­ry terpaksa berjalan kaki me­nuju objek wisata itu. Dikarenakan belum ada akses jalan tembus, mobil me­­re­­ka tidak bisa masuk, sehingga harus diparkir sekitar 300 meter dari titik air ter­jun tingkat dasar.

Setibanya dilokasi, mereka disambut sekaligus dipandu oleh perangkat Desa Rongoh, pemuda setempat serta Komunitas Trail dari Squat Anak Lumpur Tamiang (SALT).

Selain ber­ja­lan di atas badan sungai yang dangkal dan berbatu, tidak ada jalan lain yang bisa mereka lalui untuk mencapai ke titik lokasi wisata. Su­ngai yang mereka lewati merupakan aliran dari Air Terjun 1000 yang hen­dak didaki. Jika kondisi hujan, anak sungai itu tidak bisa dilalui karena airnya dalam.

Srikandi legislatif Aceh tamiang dari Partai NasDem itu tam­pak menikmati perjalan­an, meski sepatu dan separuh celana jeans-nya basah. Saat tiba di Air Terjun 1000 tingkat satu, le­­lah mereka seakan terobati.

Meski sengatan matahari tepat di atas kepala pada pu­­kul 12.00 WIB, Irma dan juniornya Intan semakin pena­saran ingin naik ke atas. Sampai akhirnya mereka memu­tus­kan beristirahat dan makan siang di tempat pemandian Air Terjun 1000 tingkat 4 Rongoh.

Akses ja­lan masuk menuju lokasi wisata Air Terjun 1000 selama ini telah dirintis warga, namun belum bisa menembus ke lokasi. Sehingga masyarakat meminta agar pemda membangun akses jalan. Selain jalan, sarana dan prasarana di area wisata, seperti pon­­dok peristirahatan dan tempat santai juga harus dibangun untuk menikmati pemandangan tanpa merusak ekosistem yang ada.

Irma Suryani, M.Kes kepada wartawan dilokasi air terjun 1000 Rongoh, Sabtu (17/3) mengatakan pihak desa harus membentuk BUM­Des yang nantinya akan mengelola tempat wisata ini.

”Dengan adanya BUMDes anak- anak muda bisa menjadi pemandu wisata, penjaga par­kir dan bisa juga berjualan untuk kebutuhan wisatawan yang datang guna menggeliatkan ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Melalui Komisi D yang membidangi pariwisata, Irma akan mengupayakan yang terbaik dengan terus berkoordinasi dengan Disparpora setempat guna memberikan wujud duku­ngan agar tercipta pariwisata yang maju dan berkembang di Aceh Tamiang.

“Untuk mendapatkan sumber penda­patan asli daerah (PAD) baru, sudah saat­nya kita konsen kepada pengemba­ngan pariwisata sebagai peno­pang ekonomi ke depan. De­ngan catatan, harus diberi porsi anggaran yang lebih agar sek­tor wisata kita dari hulu hingga hilir, terus bangkit tidak lesu seperti sekarang ini,” tutur Irma, bakal calon anggota DPR Aceh ini.

Sementara, Intan Zahrani menambah­kan, wisata Air Terjun 1000 ini sangat indah untuk dieksplorasi bagi pecinta alam. Suara gemuruh air terasa sangat menenangkan pikiran di­tambah peman­dangan hijau dan air yang bersih mem­buat pe­ngunjung sangat menikmati suasana.

“Namun sayang, jalan menuju ke tempat wisata ter­sebut belum cukup mudah untuk dilalui bagi semua kenda­raan. Semoga pihak pemda melirik salah satu aset wisata Aceh Tamiang ini agar bisa dinikmati oleh wisatawan lokal, luar kota dan mancanegara,” katanya.

Camat Tamiang Hulu, Iman Suhery me­minta kepada war­ga agar segera mem­bentuk kelompok sadar wisata (Pokdar­wis) Air Terjun 1000 Rongoh, sebagai legalitas badan hukum un­tuk mengajukan program guna mendapatkan bantuan. “Jika sudah dibentuk Pokdarwis, maka itu sebagai dasar, se­hingga datok penghulu (kades) pun bisa mengucurkan dana ADD se­tiap tahunnya untuk mem­bangun sarana dan prasa­rana di sektor pariwisata,” ujar camat.

Pihak Kecamatan Tamiang Hulu ber­jan­ji akan terus men­dam­pingi masyarakat Rongoh dalam upaya merintis, mem­pro­mosikan dan mengembangkan wisata Air Terjun 1000. Sebab, objek wisata itu masih dalam kawasan hu­­tan lindung, yang tidak boleh dieksploitasi dan digarap se­be­lum keluar izin lepas dari kawasan.

Makanya, ujar Iman Suhery, harus ada semacam kelom­pok/Pokdarwis yang mengelola wisata ini, sehingga tidak ha­nya berharap dengan pemda, karena pihak desa dan perusa­haan swasta disekitar sini bisa ikut membantu.

“Pemandu wisata harus ada di sini dan tahu tentang sejarah Air Terjun 1000 di Rongoh agar pengunjung lebih menghar­gai dan paham asal usul nama Air Terjun 1000,” katanya seraya menyebutkan, mitos yang beredar, air dari telaga di sini sering diambil untuk obat dan sekali kita datang ke mari akan kem­bali lagi.

Datok Penghulu Desa Rongoh, Sami­noto menyatakan, Air Terjun 1000 meru­pa­kan aset yang terpendam di desanya yang belum bisa dimanfaatkan secara eko­nomi. Semoga dengan kedatangan anggota dewan dan Camat Tamiang Hulu dapat memompa semangat warganya untuk te­rus menggali pesona obyek wisata itu.

“Saat ini kami sudah merintis akses jalan sepanjang 1 ki­lometer, namun karena keterbatasan anggaran, jalan terse­but belum tembus ke lokasi wisata. Satu-satunya yang kami harapkan dibangun adalah akses jalan,” terangnya.

Menurut Saminoto, ada sekitar 200 meter lagi jalan yang belum tembus dirintis. Hal itu membutuhkan biaya besar. Un­tuk menghidupkan objek wisata alam tersebut, pihaknya telah membentuk tim pengelola wisata Air Terjun 1000 yang beranggotakan 22 orang.

Ketua tim pengelola wisata air terjun 1000, Herian­syah menuturkan, obyek wisata itu mulai aktif dikelola sejak se­tahun terakhir.

Komentar

Berita Terbaru