oleh

Perayaan Papua Merdeka yang Berujung Ricuh di Surabaya

PENANEGERI, Surabaya – Aksi demo 1 Desember perayaan Papua Merdeka yang kemudian berujung ricuh terjadi di Surabaya (1/12).

Demo ratusan anggota Aliansi Mahasiswa Papua diwarnai kericuhan antar massa dan ormas setempat. Bentrokan terjadi saat para mahasiswa Papua di Surabaya berdemonstrasi dalam peringatan 57 tahun Papua Barat di Jalan Pemuda Surabaya, pada hari Sabtu, 1 Desember 2018 lalu.

Buntut aksi mahasiswa Papua di Surabaya merayakan Hari Kemerdekaan Papua Barat di Jalan Pemuda, Sabtu (1/12), itu maka 233 orang diperiksa di Polrestabes Surabaya. Mereka menuntut agar rakyat Papua diberi kebebasan menentukan nasibnya.

Para mahasiswa juga sempat membawa atribut Bintang Kejora saat melakukan aksi.

Para mahasiswa melakukan aksi dengan membawa sejumlah atribut spanduk dan poster. Tak hanya itu, mereka juga meneriakkan revolusi West Papua. “Revolusi Papua Revolusi..Revolusi Papua,” ujar orator aksi.

Aksi mereka pun mendapat pengawalan polisi dan sejumlah ormas Bela NKRI. Bahkan saat bubar pun mereka dikawal hingga menuju asrama mahasiswa Papua Jalan Kalasan. Ini mengantisipasi bentrok antara mahasiswa Papua dan massa ormas.

Pada hari Minggu (2/12/2018) dini hari sebanyak 233 mahasiswa Papua diperiksa dan dibawa ke Mapolrestabes Surabaya. Setelah diperiksa selama 18 jam, rupanya ratusan mahasiswa ini sengaja datang dari berbagai kota untuk menggelar aksi.

Bahkan seorang WN Australia Harman Ronda Amy juga turut diamankan. Imigrasi sedang memeriksa motif dan tujuan Ronda datang ke Indonesia dan terlibat dalam aksi yang dilakukan mahasiswa Papua.

Berdasarkan penyelidikan dari akun medsos, Ronda bernama Ronda Doggett, banyak memiliki postingan dan foto terkait dukungan kepada Papua Merdeka.

“Postingan dan foto yang diunggah oleh akun Ronda Doggett banyak terkait dengan dukungan gerakan Papua Barat Merdeka,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Sementara mahasiswa yang datang dari beberapa kota dikembalikan lagi daerahnya masing-masing. Proses evakuasi mahasiswa Papua ini mencekam lantaran massa Bela NKRI berdatangan melihat kebenaran mahasiswa tersebut benar-benar dipulangkan.

Polisi pun terpaksa mengevakuasi dengan 2 bus menuju kota terdekat dan Terminal Purabaya.

“Total 153 mahasiswa Papua dari kota lain kita evakuasi. Kami beri waktu 1 jam untuk berkemas mengambil barang-barangnya,” tegas Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudy Setiawan saat terjun ke lokasi mengawal jalannya evakuasi.

Selama kurang lebih 3 jam Jalan Kalasan ditutup, akhirnya dibuka kembali. Ratusan ormas Bela NKRI yang mengepung asrama mahasiswa Papua membubarkan diri. Polisi dari Brimob Polda Jatim yang bersenjatakan lengkap juga berangsur meninggalkan lokasi. (*/dtc)

Video channel youtube

Komentar

Berita Terbaru