oleh

Peristiwa Penyerangan terhadap Anggota GIDI Intelijen Service di Kampung Dogobak

PENANEGERI, Papua – Berdasarkan informasi dari reporter kontributor media www.penanegeri.com di Papua, pada hari Sabtu tanggal 17 Nopember 2018 pukul 12.00 WIT telah diperoleh informasi bahwa pada hari Jumat tanggal 16 November 2018 sekitar pukul 06.30 WIT telah terjadi aksi penyerangan terhadap anggota PAM Gidi Intelijen Service, yang diduga dilakukan oleh warga masyarakat Kampung Dogobak.

Peristiwa penyerangan itu terjadi di Jalan Perbatasan Kabupaten Mamteng – Tolikara.

Penyebab penyerangan berdasarkan keterangan yang dihimpun diduga adanya rasa tidak senangnya warga masyarakat Kampung Dogobak terhadap Anggota GIS (GIDI Intelijen Service) yang dinilai oleh warga masyarakat terlalu berlebihan atau ‘over acting’ dalam melaksanakan tugas pengamanan menjelang pelaksanaan Konferensi GIDI Se Dunia yang akan dilaksanakan pada tanggal 20-25 Nopember 2018 di Distrik Bokondini Kab. Tolikara.

Adapun berdasar keterangan yang dihimpun reporter kontributor Pena Negeri di lapangan, kronologis kejadiannya adalah pada pukul 06.50 WIT pihak Koramil Kelila Kab. Mamteng menerima laporan dari anggota GIDI Intelijen Service bahwa mereka telah diserang oleh warga masyarakat kampung Dogobak.

Setelah menerima laporan tersebut pihak Koramil dan Polsek Kelila langsung menuju TKP.

Kemudian pada sekira pukul 07.00 WIT Personel Koramil dan Polsek Kelila tiba di TKP (tempat kejadian perkara) namun sudah tidak ada lagi orang di lokasi, dan aparat petugas keamanan menemukan korban meninggal dunia akibat luka tusuk.

Maka pada pukul 07.05 WIT aparat keamanan dari Koramil dan Polsek Kelila segera melaksanakan pengamanan serta melakukan evakusi terhadap korban penyerangan itu ke Puskesmas Kelila.

Adapun dalam peristiwa ini korban meninggal dunia diketahui bernama Atinus Yikwa yang meninggal dunia di TKP dengan mengalami luka bacok pada leher. Kemudian ada korban bernama Pilenus Wanimbo yang meninggal dunia ketika dibawa ke Puskesmas Kelila, dengan mengalami luka tusuk pada ulu hati. Sedangkan satu orang lagi yang meninggal dunia dentitasnya belum diketahui, posisi Korban di Puskesmas Bokondini

Dalam peristiwa ini juga terdapat korban luka-luka yakni bernama Miler Payogwa, luka terkena panah, kemudian Mellekianus Yikwa, juga mengalami luka akibat luka panah, kemudian korban luka bernama Herman yang merupakan warga pendatang yang merupakan operator alat berat jembatan Bokondini, juga mengalami luka panah.

Korban luka akibat peristiwa ini

Dalam peristiwa ini Posko GIDI Intelijen Service juga turut dibakar oleh warga di Kampung Dogobak.

Pada hari Minggu (18/11),  situasi dilaporkan telah kondusif dan telah mendapatkan pengamanan dari anggota TNI/Polri setempat.

(*/Wawan kontributor Pena Negeri)

Komentar

Berita Terbaru