oleh

Perkara Istri Cerai Suami di Bireuen Tinggi

PENANEGERI,  Bireuen – Kasus dan perkara cerai gugat (istri menceraikan suami) yang ditangani Mahkamah Syariah Bireuen sangat tinggi, bahkan mencapai 353 perkara di tahun 2019.

Ketua Mahkamah Syariah Bireuen, Drs Amiruddin SH, MH melalui Panitera Drs Syarwandi kepada wartawan, Jumat (10/1) mengatakan, seluruh perkara yang masuk tahun 2019 sebanyak 743 perkara dan 104 perkara diantaranya merupakan sisa perkara di tahun 2018.

Disebutkan Syarwandi, total perkara seluruhnya 847 dan telah diputus sebanyak 803 perkara dan sisa perkara yang belum diputus pada tahun 2019 hanya menyisakan 44 perkara.

“Sejauh ini perkara paling tinggi yang diselesaikan di Mahkamah Syariyah Bireuen adalah cerai gugat, yakni istri menceraikan suami sebanyak 353 perkara, lalu perkara  terbanyak lainnya adalah cerai thalak atau suami menceraikan istri terdapat 121 perkara,” ucapnya.

Dijelaskanya, dilihat dari kasus tersebut, perkara cerai gugat atau istri menceraikan suami serta cerai thalak atau suami menceraikan istri meningkat tajam dibandingkan dengan perkara-perkara lainnya yang masuk ke Mahkamah Syariah Bireuen.

Baca Juga  Demi Raih WTP ke Lima Kali, Wabup Bireuen Serahkan Laporan Keuangan

“Rata-rata penyebab utama kasus perceraian akibat meninggalkan salah satu pihak, perkara akibat dihukum penjara, KDRT, perselisihan terus menerus akibat orang ketiga, murtad dan akibat faktor perekonomian,” tandas Syarwandi.

Komentar

Berita Terbaru