oleh

Permintaan Kolang Kaling di Bireuen Selama Ramadhan meningkat

PENANEGERI, Bireuen – Selama bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah, permintaan kolang Kaling di Bireuen meningkat terutama bagi pedagang es buah.

Belakangan ada dua jenis kolang kaling yang dijual oleh pedagang, salah satunya adalah kolang kaling lokal yang bentuknya kecil, sedangkan yang satunya lagi kolang kaling asal Medan yang bentuknya sedikit besar

“Selama bulan Ramadhan, permintaan buah dari aren ini memang jauh berbeda dari hari-hari biasanya, terutama untuk menu berbuka,” kata Kartini seorang pedagang kolang kaling kepada Penanegeri.com, senin (27/5).

Menurut Kartini harga kolang kaling asal Medan dijual Rp 18 ribu, sedangkan kolang kaling lokal Rp 20 ribu per kilonya.

Diakuinya, kalau kolang kaling dari Medan itu didatangkan dari Padang Sidempuan, sementara kalau kolang kaling lokal kususnya dari Bireuen itu kebanyakan dibeli dari Krueng Simpo, Juli, Cot Iboeh Jeumpa dan pedalaman Peudada dan Peusangan.

Hal senada juga diakui oleh Jafaruddin pedagang kolang kaling lainnya, menurutnya selama ini memang permintaannya sedikiat meningkat dibandingkan dengan hari-hari biasanya, tak  kecuali para pedagang es buah.

Baca Juga  UAS ke Bireuen, Panitia Koordinasi dengan Polres 

“Tapi kalau kolang kaling asal Medan memang sangat disukai oleh ibu-ibu, karena bisa digunakan untuk manisan, sedangan kolang kaling lokal buahnya kecil-kecil, tetap masih tetap lebih enak untuk makanan khusus dikolak”, ujarnya.

Belakangan buah kolang-kaling tersebut digunakan untuk campuran minuman berbuka dan juga untuk bahan membuat kue. Selain itu kolang-kaling juga bisa untuk es campur, es buah serta es Cincau.

Komentar

Berita Terbaru