oleh

Pertamina Kenalkan Pelayanan BBM kepada Peserta SMN

-Aceh-142 views

PENANEGERI, Sabang – Untuk memperkenalkan pelayanan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dari titik nol (0) kilometer di Indonesia, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) 1 melalui Terminal BBM Sabang memberikan pemahaman fasilitas dan sarpras distribusi BBM kepada 32 anak peserta program Siswa Mengenal Nusantara (SMN).

Kegiatan diawali dengan memberikan pengenalan lokasi Terminal BBM Sabang yang merupakan salah satu depot yang dikelola oleh Pertamina MOR 1, dari lima Terminal BBM di Provinsi Aceh. Fasilitas yang dimiliki diantaranya adalah tangki penimbunan produk Premium, Solar, Kerosene, dan FAME. Terminal yang berada di Jl T.Panglima Polem No 03 Sabang,  Aceh ini telah beroperasi sejak tahun 1967.

Operation Head TBBM Sabang, Zarnedy, Senin (13/8) menyatakan, saat ini TBBM tersebut melayani penyaluran BBM untuk dua SPBU di Kota Sabang dan didukung dua unit mobil tangki untuk penyalurannya. Selain itu, TBBM di bagian paling barat Indonesia ini juga melayani pengisian kapal cepat dan kapal RORO penyeberangan Sabang (Balohan)-Banda Aceh (Ulee Lheue) serta melayani bahan bakar bunker kapal perang dan industri/proyek kecil lainnya.

“Perolehan produk BBM memiliki proses yang cukup panjang. Namun, kami pastikan TBBM Sabang ini tidak pernah libur. Jika ada tanker masuk, staf pasti beroperasi atau siaga,” jelas Zarnedy, di TBBM Sabang, Pulau Weh, Aceh.

Dirincikannya, penyaluran harian Premium di TBBM Sabang sekitar 18 KL/hari sedangkan untuk solar Sekitar 44 KL/hari. Selain produk BBM, Pertamina juga melayani penyaluran LPG di Sabang melalui satu agen LPG Non PSO dan LPG PSO dengan 38 pangkalan dengan penyaluran rata-rata sebanyak 595 tabung/hari. Titik suplai elpiji untuk wilayah Sabang berasal dari Stasiun Pengisian Pusat Bulk Elpiji (SPPBE).

Sambungnya, SMN diadakan oleh Kementerian BUMN beserta beberapa perusahaan BUMN, untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus. Pada SMN 2018 ini, PT Pertamina (Persero) mengambil bagian dalam pertukaran pelajar dari Papua ke Aceh, serta menerima anak-anak Aceh yang bertukar ke Papua.

Setelah melalui proses seleksi disetiap kabupaten di provinsi masing-masing, sebanyak 32 siswa dimana 3 siswa diantaranya memiliki keterbatasan (disabilitas), akan mengikuti masa pembekalan dari Pertamina dan pengajar-pengajar profesional. Pada masa pembekalan, siswa diberi ilmu menulis dan bercerita, termasuk tips membuat vlog menarik. Pasalnya, anak-anak diharapkan dapat menceritakan kembali pengalaman pertukarannya.

Salah seorang peserta SMN dari Papua, Frans Elieser Maisori, sangat bersyukur bisa mengenal Pertamina dari Pulau Sabang ini, karena Indonesia sangat luas dan berpulau-pulau maka distribusi BBM sangat rumit.

“Ini memang seperti petualang kita harus saling mengenal budaya hingga bisnis di Pulau yang paling barat dari Indonesia, maka kami bangga menjadi anak indonesia,” ujar Frans.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *