oleh

Pertemuan Tenaga Kontrak Rumah Sakit dan DPRK Bireuen Ngambang

PENANEGERI, Bireuen – Pemerintah Kabupaten Bireuen dan DPRK setempat menyampaikan hasil keputusan, terkait tuntutan tenaga kontrak BLU rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Fauziah, di Oprom Pendopo Bupati setempat, Senin (17/2).

Pertemuan itu dinilai mengambang, bahkan sejumlah tenaga kontrak rumah sakit plat merah itu kecewa atas keputusan tersebut, pasalnya mereka tidak diberi kesempatan, menanggapi persoalan yang disampaikan oleh pihak pemerintah Bireuen serta manajemen rumah sakit.

“Usai penyampaian hasil kesepakatan, baik manajemen rumah sakit, Pemkab dan DPRK, ternyata kami tidak satupun diberikan kesempatan untuk ikut menanggapinya. Tentunya kami yang wewakili rekan-rekan yang lain, merasa kecewa dan tidak bisa menerima keputusan ini,” ungkap Saifullah seorang koordinator dari tenaga kontrak rumah sakit.

Selanjutnya, tambah Saifullah, pihaknya sepakat untuk sementara waktu, maka ia bersama rekan yang lain tidak akan bekerja hingga ada mediasi ulang dari manjemen rumah sakit, Pemkab serta DPRK.

“Mulai hari ini juga kami tidak masuk lagi kerja, hingga batas ada mediasi ulang terkait tuntutan kami jelas,” tegasnya.

Baca Juga  Bocah di Aceh Utara Ini Sudah 5 Tahun Derita Gizi Buruk

Sebleumnya tanggapan dan jawaban Ketua Komisi III DPRK Bireuen, Teuku Muhammad Mubaraq menyebutkan, berdasarkan hasil kesepakatan dengan Pemkab Bireuen, maka tuntutan terkait perpanjangan SK kontrak belum mampu dipenuhi, mengingat keterbatasan anggaran, dan tenaga kontrak tak hanya di rumah sakit saja, tetapi tanaga kontrak lainnya tersebar di dinas lainnya.

“Maka SK Kontrak tetap mengacu pada SK awal dari pihak BLU rumah sakit dr Fauziah Bireuen,” jelasnya.

Begitupun terhadap penerimaan remunerasi untuk Non PNS disepakati dari 35 persen menjadi 45 persen dan pihaknya mengapresiasi langkah tersebut yang telah menaikan remunerasi tersebut.

“Sedangkan menyangkut uang jaga malam memang hanya sebasar Rp 25 ribu,” beber politisi dari Partai Golkar itu.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRK Bireuen, Syauki Futaqi, Ketua Fraksi Juang Bersama, anggota dewan Hasanuddin, Salwa Hanum dan Aida Fitria, Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Mukhtar MARS beserta manajemennya.

Diberitakan sebelumnya, sedikitnya 400 orang tenaga honorer Rumah Sakit Umum Darah (RSUD) dr Fauziah Bireuen melakukan aksi demo, menuntut belum terbayarnya uang jerih atau honor kontrak mereka selama enam bulan.

Komentar

Berita Terbaru