oleh

Petani di Aceh Utara Panen Padi dengan Combine Harvester

-Aceh-66 views

PENANEGERI, Aceh Utara – Petani di Kabupaten Aceh Utara mayoritas memanen gabah dengan pemanen kombinasi (combine harvester). Menurut petani, metode ini tidak memakan waktu lama dan biayanya juga irit.

“Semenjak petani ramai-ramai memanenkan gabah dengan mesin mobil ini, saya juga panen dengan itu terus. Kayaknya lebih mudah begini ya. Lebih cepat dan mudah,” kata Husaini (55) salah seorang petani di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara kepada Penanegeri.com, Jumat (15/3).

Husaini juga mengatakan, akibat banyaknya petani yang memakai jasa pemanen kombinasi ini, panen gabah dengan cara manual yaitu menggunakan sabit sudah mulai berkurang. Ada tapi tidak begitu banyak petani yang menggunakan cara manual.

“Karena begini, setelah diupah potong padi dengan sabit harus diupah lagi untuk angkut dan digiling dengan mesin perontok. Setelah dibungkus karung, malah ongkos angkut juga diupah. Kan banyak keluar biayanya,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Sulaiman, salah seorang petani lainnya. Dia mengatakan, dengan mesin kombinasi ini, panen padi bisa selesai dalam satu jam untuk beberapa petak sawah.

Baca Juga  Hendak Amankan Orang Gila, Geuchik dan Warganya Kritis Kena Bacok

“Kita selaku pemilik tanaman padi, cuma perlu mengeluarkan biaya terkadang Rp 500 ribu, tergantung ukuran sawah. Tidak perlu ongkos potong, merontok, semua sudah komplit. Tidak perlu bawa karung karena sudah disediakan oleh pemilik mesin kombinasi itu,” ujar Sulaiman.

Namun sayangnya, lanjut dia, dengan banyaknya petani memanenkan gabah pakai mesin kombinasi ini, banyak warga yang biasa mencari upah potong dan angkut gabah kehilangan pekerjaan.

“Di satu sisi sedih juga banyak warga kehilangan pekerjaan. Biasanya kan anak-anak muda, bahkan orang tua bisa cari upah angkut dan potong padi. Makanya sebagian petani tetap masih memanenkan padi dengan cara manual,” tukasnya.

Komentar

Berita Terbaru