oleh

Petani di Bireuen Mulai Kesulitan Dapat Pupuk Urea Bersubsidi

PENANEGERI, Bireuen – Para petani di 17 kecamatan dalam Kabupaten Bireuen mulai kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi jenis urea di pasaran, kendati saat ini mereka mulai mengarap sawahnya.

Langkanya pupuk bersubsidi jenis urea itu, diduga ada oknum atau pihak tertentu yang ikut bermain dengan pupuk bersubsidi saat musim tanam padi tiba.

Menurut sejumlah petani kepada Penanegeri.com, Rabu (2/1) hampir setiap musim tanam, pupuk urea bersubsidi selalu langka, sehingga mereka marasa kewalahan untuk memperoleh pupuk tersebut.

“Saat ini kami sudah mulai menyemai benih di sawah sehingga membutuhkan pupuk urea, tatapi pupuknya mulai sulit dan bahkan sudah langka didapat di pasaran,” kata Muhammad Isa salah seorang petani di Kecamatan Jeumpa.

Menurut Muhammad Isa, dirinya sudah berusaha mencari pupuk ke beberapa pedagang pupuk, tapi menurut pengakuan pedagang pupuknya belum masuk, padahal saat ini kami sedang membutuhan pupuk karena sudah  mulai memasuki masa tanam.

Hal senada juga diakui petani lainnya, bahkan mereka khawatir apabila kelangkaan pupuk terus berlanjut, dan diperkirakan harga pupuk subsidi juga merengkak naik di atas harga eceran tetap (HET).

Baca Juga  Babinsa Peusangan Selatan Bantu Petani Panen Kacang Hijau

“Kami khawatir, sebab setiap akan datangnya musim tanam, maka pupuk urea bersubsidi selalu langka, bahkan harganya lebih mahal dari harga yang telah ditetapkan pemerintah yakni Rp 1.600 per kilogram,” ujar Sulaiman, petani di Kecamatan Juli.

Guna mengatasi hal ini, mereka meminta Pemkab Bireuen dapat segera mengatasi kelangkaan pupuk, karena mayoritas petani di Bireuen sedang turun sawah dan sangat membutuhkan pupuk.

Komentar

Berita Terbaru