oleh

Petani Pinto Rimba Peudada Bireuen Kewalahan Angkut Hasil Bumi

PENANEGERI, Bireuen – Sebagian besar petani wilayah Pinto Rimba, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen masih kewalahan mengangkut hasil kebunnya untuk dipasarkan, Kamis (27/12).

Pasalnya ruas jalan ke kebun mereka sering tertimbun longsor, tanpa penanganan yang permanen, sehingga saat musim penghujan, gundukan lahan diperbukitan ambruk dan menutupi ruas jalan.

“Sulit dilintasi dengan sepeda motor, apa lagi bila kita membawa hasil kebun untuk kami pasarkan ke kota Bireuen. Ruas jalnnya sangat licin,” ujar Tarmizi salah seorang petani Pinto Rimba, Peudada kepada Penangeri.com, Kamis (27/12).

Belakangan, petani terpaksa harus memanggul hasil kebunnya bila ingin dibawa pulang sebelum dipasarkan, sebab tumpukan tanah menutupi badan jalan sepanjang 20 meter.

Di samping tertimbun longsor, kondisi ruas jalan juga banyak yang rusak parah, sehingga sangat sulit dilintasi, kecuali sepada motornya di dorong dengan bantuan warga lain.

“Guna memudahkan trasportasi roda dua bagi petani, pemerintah daerah harus segera melakukan memperbaiki, karena ini akses jalan satu-satunya ke kebun,” timpal M Hasan salah seorang petani lainnya.

Baca Juga  Petani di Bireuen Mulai Kesulitan Dapat Pupuk Urea Bersubsidi

Awalnya, sambung M Hasan, dinas terkait telah melakukan pembersihan lahan yang longsor dan menutupi badan jalan beberapa hari lalu, tapi kali ini longsor kembali.

“Selama beberapa hari belakangan ini longsor kembali menutupi badan jalan, dan butuh perhatian dinas terkait, sehingga akses jalan menuju ke kebun petani bisa dilintasi dengan sempurna,” jelasnya.

Komentar

Berita Terbaru