oleh

Pimpin Apel Siaga Bencana, Walikota : Langsa Rawan Bencana

-Aceh-47 views

PENANEGERI, Langsa – Pemerintah Kota Langsa, menggelar apel siaga gabungan peralatan dan personel penanggulangan bencana dalam rangka menghadapi situasi bencana alam, Senin (13/1) di lapangan Merdeka setempat.

Apel itu dipimpin langsung oleh Walikota Langsa, Usman Abdullah, SE, yang dihadiri Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan SIK M.Sc, Dandim 0104/Atim, Letkol Czi Hasanul Arifin Siregar, Kepala BPBD, Ali Mustafa SE, dan kepala OPD, serta 500 personil BPBD, TNI-Polri, Satpol PP, Disuub. Basarnas, SAR, Forum PRB, dan unsur terkait lainnya.

Walikota Langsa, dalam arahannya menyampaikan, saat ini cuaca cepat sekali berubah dan bahkan susah untuk bisa diprediksi. Maka dibutuhkan kesiapsiagaan kita semua. Salah satu contohnya, dahulu air laut di daerah Kuala Langsa tidak pernah sampai ke jalan, tapi sekarang air pasang laut besar telah naik ke jalan.

Menurut ahli geogologi, es di kutub utara saat ini mulai mencair, sehingga volume air laut akan terus meninggi atau bertambah dari biasanya.

Selain itu, menurut ahli, Provinsi Aceh masuk dalam daftar daerah rawan bencana termasuk daerah Kota Langsa, karena berada di daerah lempengan bumi bergerak. Namun, itu bukan berarti membuat kita harus takut, akan tapi itu untuk mengingatkan harus lebih waspada dan siap jika bencana datang.

Baca Juga  Ini Identitas Korban Meninggal Dunia Kecelakaan Bus Putra Pelangi Tabrak Kurnia di Aceh Timur

Lanjutnya, perubahan iklim dan lainnya yang terjadi sekarang, harus menjadi peringatan bagi manusia untuk lebih waspada.

“Persiapkan diri dan itu jangan menjadi sebuah hal yang ditakutkan, semua itu akan datang pada kita, seperti mati akan mendatangi kita,” jelasnya.

Kata Toke Seum panggilan akrab Usman Abdullah, keseimbangan dan pohon mulai berkurang, contohnya di Kota Langsa pohon juga masih sedikit maka perlu terus untuk ditanami. Sebab itu, tanamilah pohon sebanyak-banyaknya untuk mengurangi ancaman kekeringan dan banjir, karena pohon menyerap dan menyimpan air.

“Sejak sekarang marilah terus menggalakkan penanaman pohon, minimal 25 batang. Seperti hadis Rasulullah SAW bersabda, Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menanam tetumbuhan kemudian burung, manusia, dan hewan ternak memakan buah-buahan dari pohon yang dia tanam kecuali hal tersebut terhitung sedekah baginya” (HR. Bukhari),” ucap Walikota mengutip sebuah hadis.

Sambungnya, planet bumi ini tidak akan bertambah, tetapi bumi ini akan berkurang disegi kuantitasnya, yaitu sumber daya alam (SDA) yang ada di dalamnya. Jika tak dirawat, maka akan menjadi bencana bagi manusia. Bumi juga sama halnya seperti mesin, perlu dirawat. Karena kita akan mewariskan bumi ini kepada anak cucu ke depan.

Baca Juga  BPBD Aceh Utara Usul Bantuan Korban Puting Beliung Muara Batu ke BPBA

Kita harus mengajak masyarakat untuk terus menjaga keseimbangan alam, peduli kepada alam, dalah satunya dengan memperbanyak menanam pohon.

“Seperti gotong royong setiap bulan yang salam ini dilakuan, ini adalah salah satu untuk merawat dan menjaga keseimbangan alam yang akan kita wariskan kepada anak cucu ke depan,” tutupnya .

Usai apel, Walikota Langsa, bersama Kapolres Langsa, Dandim 0104/Atim, dan lainnya mengecek satu persatu berbagai kendaraan dan peralatan kesiapsiagaan bencana yang telah diparkirkan di jalan sekitar Alun-alun Kota Langsa ini.

Komentar

Berita Terbaru