oleh

Pipa Gas di Perairan Banten sempat mengalami Kebocoran

PENANEGERI, Serang – Pipa gas milik PT CNOOC yang berada di lepas laut sekitar Kecamatan Bojonegara, Serang, Banten, sempat mengalami kebocoran yang mengakibatkan semburan gas bercampur air laut ke permukaan laut, hari  Senin (9/7) pagi.

Namun  berdasar informasi pada Senin (9/7) siang kebocoran pipa gas dalam laut yang terjadi di perairan Bojonegara, Serang, Banten tersebut sudah berhasil dihentikan.

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian kebocoran pipa gas itu diketahui oleh KN Trisula dan petugas jaga KN 333 KSOP Banten sekitar pukul 09.45 WIB.

Kemudian petugas yang mengetahui kejadian tersebut langsung bergerak ke lokasi. Posisi air yang menyembur diketahui berada pada posisi 05-55-52.S / 106-07-075.E sekitar Pulau Panjang, Bojonegara, Kabupaten Serang.

Tak lama setelah kejadian itu, Vessel Traffic Services (VTS) Merak sempat mengimbau kapal-kapal untuk jaga jarak sekitar 2-3 mil dari titik bocornya pipa gas di perairan Banten.

Kini hari Senin (9/7) siang peringatan keamanan tersebut telah dicabut.

“Mulai 13.30 WIB bahwa dinyatakan semburan sudah tidak tampak lagi hasil penelusuran PGN bahwa pipa itu bukan aset atau milik PGN dinyatakan punya CNOOC,” kata Kepala Merak Entris Sutrisna, hari  Senin (9/7).

Area laut yang jadi lokasi pipa gas bocor pun dinyatakan sudah clear. Pergerakan kapal, kata Entris, sudah kembali seperti semula.

Broadcast keamanan itu dicabut setelah mendapat kepastian dari pihak terkait seperti kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan (KSOP) dan Polair Banten bahwa semburan gas sudah tak tampak di permukaan laut.

“Dan dinyatakan berita security VTS Merak selesai dan dinyatakan clear area kembali ke pergerakan kapal semula karena sifatnya pipa aja jadi bukan dari alam,” ujarnya.

Pipa gas bocor diketahui milik perusahaan China CNOOC SES Ltd yang menjadi penyalur gas ke PLTGU Cilegon di Bojonegara, Serang. Belum ada keterangan penyebab bocornya pipa bawah laut tersebut. Polisi masih menyelidiki kebocoran ini. (*/dtc)

Komentar

Berita Terbaru