oleh

Plt Bupati Bireuen : Kepala Desa agar Bijak Menyampaikan Pencegahan Covid-19

PENANEGERI, Bireuen – Untuk mencegah penyebaran virus corona, kepala desa (Geuchik) di Kabupaten Bireuen dapat menyampaikan permasalahan tersebut dengan arif dan bijaksana.

Hal itu dikatakan Plt Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH, MSi kepada Penanegeri.com, Kamis (2/4) menyahuti informasi adanya warga desa yang baru pulang dari perantauan ke kampung halamannya.

Dikatakan Muzakar, bila ada warga yang baru pulang dari luar negeri, maka kepala desa dapat menjelaskan tujuan pendataan serta dilakukan isolasi diri selama 14 hari.

“Sejauh ini tidak semua masyarakat mengetahui secara jelas, apakah ada tidaknya seseorang itu terkena atau tertempel virus berbahaya tersebut,” ujarnya.

Bahkan, tambah Muzakkar, tidak ada orang yang menuduh, kalau warga yang baru pulang dari negeri jiran atau daerah epidemi corona tersebut sudah terkena atau membawa pulang virus.

“Namun alangkah baiknya dilakukan isolasi, karena ini langkah terbaik guna mencegah kemungkinan, dugaan bila ada virus pada orang yang baru pulang dari perantauan, sehingga  tidak menyebar kepada orang tuanya, keluarga, teman-teman dan masyarakat desa lain,” jelasnya.

Untuk itu kita meminta agar seluruh kepala desa di 17 kecanatan di Bireuen agar dapat menjelaskan secara tepat dan santun, tujuan dilakukan isolasi selama 14 hari, itu dilakukan demi pencegahan untuk keluarga dan lingkungan.

Saat ini, sambungnya, pencegahannya utama bisa dilakukan hanya dengan menjaga jarak, memakai masker, jaga kebersihan keluarga serta selalu mendengar petunjuk medis.

“Kepada warga desa yang baru pulang dari luar negeri, maupun daerah epidemi, maka kita harapkan, saat tiba di kampung halaman tidak langsung berbaur dengan warga, dengan orang tua atau keluarga dekat, baiknya langsung mengecek ke Pukesmas terdekat,” pintanya.

Apabila ada warga yang baru pulang dari perantauan, dan enggan melapor dan tidak ingin dilakukan diisolasi, memang tidak masalah.

“Tapi yang kita was-was, ada virus yang dikhawatirkan mendatangkan masalah besar dan ikut terjangkit pada orang tuanya sendiri, keluarga di rumah serta sanak famili dekat bahkan teman di desa,” tegasnya.

Pemerintah Bireuen sendiri, tambah Muzakkar, telah menyiapkan tempat untuk isolasi warga yang terduga adanya virus, dan ini langkah terakhir yang bisa dilakukan, setelah melewati berbagai proses lainnya.

Yang sangat utama, ada warga yang baru pulang dari perantauan, baik dari luar negeri dan kota besar lainnya di Indonesia untuk segera melapor ke kepala desa. Selanjutnya diteruskan ke tenaga medis, nantinya tenaga medis akan melakukan pengecekan ke rumah.

“Disamping imbauan, edaran dari pemerintah kepada masyarakat, juga diberlakukan jam malam dengan tujuan, mencegah penyebaran virus corona. Sebab satu orang positif terkena virus corona, membuat ribuan orang dekat lain akan berdampak susah,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *