oleh

Plt Bupati Bireuen : Pekan Depan Dibuka Lelang Jabatan Kadis yang Kosong

PENANEGERI, Bireuen – Guna mengisi kekosongan pejabat di sejumlah dinas di Pemerintahan Kabupaten Bireuen, dalam waktu dekat ini kembali dilakukan lelang jabatan.

Hal itu dikatakan Plt Bupati Bireuen, Dr Muzakkar A Gani SH MSi terkait belum terisinya beberapa Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru di pemerintahan Bireuen.

“Kemungkinan minggu-minggu depan akan dibuka lelang jabatan, baik Kepala Dinas maupun Staf Ahli Bupati yang masih kosong,” katanya, Jumat (28/2).

Dijelaskan Plt Bupati, ada lima SOTK baru yang memang masih kosong, baik Dinas Kesehatan, Dinas Syariat Islam, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas PMGPKB Bireuen serta staf ahli Bupati.

“Proses lelang jabatan yang kosong ini nantinya tetap mengacu sesuai ketentuan serta persyaratan yang telah ditetapkan,” terangnya.

Dibagian lain, Muzakkar A Gani juga menyebutkan, proses pengangkatan pejabat di lingkungan pemerintahan yang baru saja dilakukan kemarin, disamping bagian peningkatan kapasitas, juga pembinaan karier pejabat itu sendiri.

“Ini merupakan tuntuan, setelah adanya perubahan susunan

perangkat daerah sesuai Qanun Kabupaten Bireuen Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah,” ungkapnya.

Mutasi tersebut, sambung Plt Bupati, juga bagian dari pembenahan, dan penempatan pejabat tersebut telah mengalami berbagai proses dan sudah disetujui.

Muzakkar menjelaskan, memasuki era milenial, pejabat harus bekerja cepat, kerja cerdas sehingga tak menghambat pelayanan disamping melalukukan berbagai inovasi.

“Bagi pejabat yang telah menandatangi komitmen dan fakta integritas. Maka harus loyalitas, integritas dan kapabilitas, serta harus melakukan perbaikan-perbaikan dan pelayanan kepada masyarakat,” sebutnya.

Muzakkar juga menambahkan, beberapa waktu lalu, Ombusman telah mengeluarkan hasil terkait pelayanan publik, dimana Kabupaten Bireuen masuk zona merah dalam pelayanan publik.

“Kedepan, pelayanan publik harus dilakukan secara maksimal, sehingga bisa keluar dari zona merah tersebut,” pintanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *