oleh

Plt Bupati Bireuen : Pencairan Dana Desa di Bireuen Masih Lamban

PENANEGERI, Bireuen – Penyaluran dan pecairan Dana Desa (DD) tahun 2020 di Kabupaten Bireuen lamban dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Aceh.

Hingga memasuki akhir Februari 2020, baru enam desa di Bireuen yang telah dicairkan bantuan Dana Desa (DD).

Menanggapi hal itu, Plt Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH, MSi kepada Penanegeri.com, Sabtu (29/2) meminta camat agar segera melakukan pengecekan ke desa-desa wilayahnya, ikut mendorong perangkat desa aktif dan cepat mengajukan usulan dana desa sehingga tidak terjadi sisa anggaran.

“Seharusnya para camat juga harus tetap aktif ikut melakukan koordinasi, juga ikut mengecek setiap desa, disamping menyangkut pngelolaan anggaran sesuai aturan harus mampu terserap secara menyuluruh,” pintanya.

Sementara, tambah Muzakkar A Gani, beberapa kabupaten/kota lain di Aceh sudah mencapai puluhan desa yang telah mencairkan bantuan Dana Desa tersebut.

Apabila masih ada sisa anggaran tahun berjalan, sambungnya, maka tidak lagi menjadi silva dan tidak lagi dikirim, sehingga sangat fatal bagi desa yang bersangkutan.

“Tahun ini mekanisme penyaluran bantuan Dana Desa lebih mudah dan praktis, apabila seluruh syaratnya lengkap, dan ini memudahkan para perangkat gampong,” terang Plt Bupati.

Muzakkar A Gani juga ikut mengingatkan, para kepala desa untuk dapat menggunakan anggaran sesuai petunjuk, sehingga tidak bermasalah dengan hukum.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Bireuen, Zamri SE mengaku, hingga akhir Februari  2020 baru 19 desa yang sudah diajukan berkas pengajuan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMGP-KB) Bireuen.

Menurutnya, dari 19 berkas yang telah masuk tersebut sedang dilakukan verifikasi kembali kelengkapan syarat oleh tim DPMGP-KB dan belum diajukan ke BPKD Bireuen.

“Kita berharap perangkat desa sesegera mungkin mengajukan berkas usulan, sehingga dapat segera diproses pencairannya,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *