oleh

Plt Gubernur Aceh Ingatkan Kepala Daerah agar Tegas Terhadap ASN yang Terlibat Narkoba

-Aceh-44 views

PENANEGERI, Langsa – Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengingatkan kepada seluruh Bupati dan Walikota agar bersikap tegas terhadap ASN yang terlibat narkoba.

Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 menegaskan, jika ada ASN yang dijatuhi pidana di atas 2 tahun karena kasus narkoba, maka layak dipecat.

“Karena itu, kita perlu mencegah agar narkoba tidak sampai menyerang para ASN,” sebut Nova Iriansyah, pada acara Rapat Kerja Bupati dan Walikota se Aceh terkait penyalahgunaan kasus narkoba, Selasa (27/11) di ruang sidang DPRK Langsa.

“Bahkan, jika dibutuhkan, kita mendukung dilakukannya tes urine bagi setiap ASN di daerah ini. Tentu saja langkah hukum harus pula diperkuat oleh BNN dan Polda Aceh,” ucapnya.

Selain itu, kita bersyukur bahwa BNNP Aceh dengan dukungan berbagai pihak telah mengambil langkah-langkah efektif dalam pemberantasan narkoba. Selama 2017 sampai 2018, bersama dengan BNN Pusat, telah berhasil diungkap dan disita sabu-sabu 523.488,13 gram, ganja 1.847.000,20 gram, dan ladang ganja 20 hektare. Di sini terlihat, dari semua jenis narkoba yang banyak beredar di pasaran, ganja tercatat masih yang paling tinggi.

Baca Juga  Plt Gubernur Aceh: Pembangunan Gampong Butuh Penanganan Serius

Fakta ini menunjukkan betapa kuatnya jaringan narkoba di daerah kita. BNN dan Polda tentu tidak dapat bekerja sendiri dalam memberantas narkoba, tanpa dukungan berbagai elemen masyarakat. Dalam hal ini, pemerintah daerah wajib untuk turut serta dalam meningkatkan pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

Untuk itulah, pada kesempatan ini kita akan mencoba memetakan secara komprehensif data-data tentang penyalahgunaan narkoba di semua kabupaten/kota. Dari pemetaan itu nantinya kita akan gali lebih lanjut metoda efektif untuk mengatasinya.

Sambungnya, masukan dari para kepala daerah tentu saja sangat dibutuhkan dalam mengatasi masalah ini.

“Akan lebih bagus lagi kalau metode yang diusulakan itu merupakan cara baru, sehingga mampu memberi shock therapy bagi pemakai dan pengedar narkoba ini,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Langsa, Usman Abdullah, SE, menyampaikan bahwa, kami berharap dalam forum ini lahir sebuah pernyataan bersama dan rencana aksi yang lebih konkret untuk memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang sangat meresahkan tersebut. Saat ini penyalahgunaan narkoba tidak hanya menyasar kaum dewasa, orang kaya, dan laki-laki, tetapi sudah merambah ke anak-anak, warga miskin, dan kaum perempuan.

Baca Juga  Ini yang Disampaikan Wakil Gubernur Aceh saat Berkunjung ke Bener Meriah

Oleh karena itu ke depan harus lebih jelas siapa melakukan apa untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Kami siap bergandeng tangan dengan pihak-pihak terkait untuk perang melawan penyelahgunaan dan peredaran narkoba karena daya rusaknya terhadap bangsa ini yang sedemikian dahsyatnya.

Dalam beberapa kesempatan pertemuan dengan Pemerintah Aceh kami telah sampaikan bahwa Pemko Langsa siap menyediakan lahan untuk pembangunan panti rehabilitasi bagi pecandu Narkoba. Kami berharap tawaran kami ini disahuti oleh pihak-pihak terkait sehingga Aceh mempunyai panti rehabilitasi pecandu Narkoba yang representatif, syukur alhamdulillah kalau bisa menjadi model atau contoh bagi dari daerah lain.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh yang telah memilih Pemko Langsa sebagai tuan rumah kegiatan rapat kerja ini,” tutupnya.

Rapat kerja tersebut dihadiri oleh Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjen Pol Drs Faisal Abdul Nasir, MH, Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh, Kombes Pol Muhammad Anwar, SH, SIK, Deputy Direktur Wilayah Sumbagut BPJS Ketenagakerjaan, Umardian Lubis dan Walikota serta Bupati se Aceh serta tamu undangan lainnya.

Komentar

Berita Terbaru