oleh

PMI Jelaskan Kronologi Ambulans yang Diamankan Polisi Saat Demo Ricuh

PENANEGERI, Jakarta – Ketua PMI Pusat Bidang Relawan Muhammad Muas menjelaskan kronologi soal ambulansnya yang sempat dituding membawa batu saat demo rusuh di Slipi, Jakarta Barat.

PMI menegaskan ambulansnya di lokasi hanya membantu menangani korban luka. Berikut kronologinya, dikutip dari detik.com :

Rabu (25/9) pukul 17.00 WIB

Ketua PMI Pusat Bidang Relawan Muhammad Muas mengatakan ambulans yang diwakili oleh PMI DKI berjumlah 5 mobil, dengan 3 motor PMI yang jumlah anggotanya 31 orang. Mobil ambulans itu disebutkan keluar dari markas PMI pukul 17.00 WIB. Satu mobil dikatakan berisi 5-6 orang.

“Mereka yang bertugas untuk menolong mereka yang kecelakaan butuh pertolongan,” kata Muas di kantor pusat PMI, Kamis (26/9/2019).

Rabu (25/9) pukul 20.00 WIB

Menjelang malam, ambulans yang dikerahkan untuk membantu korban luka berpencar ke beberapa titik, di antaranya ke arah Slipi, Palmerah, hingga Hotel Mulia. Penyebaran mobil ambulans itu juga didasari koordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI.

“Dinas kesehatan juga menerjunkan ambulans. Ini di bawah koordinasi dinas kesehatan,” terang Ketua PMI Pusat Bidang Relawan Muhammad Muas.

Rabu (25/9) pukul 23.40 WIB

Ketua PMI Pusat Bidang Relawan Muhammad Muas menerangkan situasi titik kumpul massa semakin mencekam saat tengah malam. Bentrok antara polisi dan massa terus terjadi, salah satunya di kawasan Slipi.

Muas juga menjelaskan ketika itu mobil ambulans PMI yang akan bergerak kembali juga terkena lemparan batu.

“Salah satunya mobil kita kena, yaitu mobil PMI Jaktim, terkena lemparan batu. Terkena samping dan belakang. Itu memungkinkan batu masuk ke dalam mobil karena akibat pecahan (kaca mobil) tersebut,” kata Muas.

“Dalam kondisi inilah mobil bergerak menolong. Pada saat kembali, memang melawan arus, kita berada di tengah-tengah dalam situasi mencekam antara demonstran dan aparat. Pada saat menolong yang ditolong dengan baik, tapi ada kawannya membawa semacam bungkusan yaitu kardus. Kardus yang tidak diketahui isinya apa, mengikut masuk ke mobil,” terangnya.

Muas menegaskan ambulansnya tidak membawa batu dan kardus. Dia mengatakan, saat kardus dititipkan, polisi mulai menguasai mobil ambulans.

“Polisi beranggapan ambulans itu membawa batu, logistik bagi demonstran. Nah, dibawa semua mobil langsung digiring ke PMJ. Sampai di PMJ kawan-kawan tidak bisa berbuat apa-apa selain diinterogasi dan diperiksa. Mereka menjelaskan tidak melakukan sesuatu yang bertentangan,” katanya.

Rabu (25/9) pukul 24.00 WIB

Setelah digiring, seluruh anggota PMI sempat ditahan di Polda Metro Jaya. Setelah diperiksa dan diberi penjelasan, akhirnya pada Kamis (26/9) pagi, anggota PMI dibebaskan.

“Pada hari ini semua teman-teman yang mengambil di organisasi kemanusiaan untuk dikeluarkan. Dari 31 ada 2 wanita yang kebetulan juga perawat ikut di dalam mobil ambulans. Sekarang ini mereka sudah dikembalikan,” tuturnya.

Muas menegaskan tidak ada aksi kekerasan yang dilakukan polisi terhadap anggota PMI. Korban luka dari anggota PMI disebabkan terkena lemparan batu saat demo rusuh.

“Memang ada yang luka, 3 orang itu memang kondisi ada yang pakai perban, kita tanya. Anda disakiti? Tidak. Anda ditekan? Tidak. Ini akibat lemparan batu, mereka menyatakan tidak ada kekerasan dari aparat. Itu hanya lemparan batu,” terangnya. (*/dtc)

video youtube :

Komentar

Berita Terbaru