oleh

Polisi Amankan Pelaku dan Alat Berat Penambang Pasir Tanpa Izin di Bireuen

PENANEGERI, Bireuen – Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Bireuen  berhasil mengamankan satu unit alat berat dan pelaku penambangan pasir dan batu tanpa izin, di aliran sungai Peudada, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen.

Aktivitas penambangan iegal itu berawal dari informasi masyarakat, dan selanjutnya Tim Opsnal yang dipimpin Kasat Reskrim, Iptu Rezki Kholiddiansyah SIK langsung menindaklanjuti ke lokasi, Sabtu (31/8) lalu.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK M.Si melalui Kasat Reskrim, Iptu Rezki Kholiddiansyah SIK kepada Penanegeri.com, Rabu (11/9) mengatakan, saat tiba di lokasi, tim langsung meminta surat izin, namun pemiliknya tak bisa menunjukan izin resmi.

“Di lokasi itu kami juga mendapati aktivitas satu unit ekskavator merek Hitachi warna orange dengan tipe Ex 200 yang sedang melakukan aktivitas penggalian pasir dan batu di sungai tersebut,” ungkap Kasat.

Menurut Rezki Kholiddiansyah, aktivitas penambangan tersebut tidak memiliki izin usaha pertambangan operasi produksi sehingga alat berat dan ekskavator terpaksa dimakan ke Polres guna pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga  BPJS Kesehatan Aceh Timur Sosialisasikan Aplikasi Mobile JKN di Pemeriksaan HBA1C

“Selain alat berat ekskavator merek Hitachi warna orange dengan tipe Ex 200, pihaknya juga mengamankan MS (52), warga di Kecamatan Peudada serta satu unit mobil Mitsubhisi Dump Truck kuning Nopol BK 8264 BK serta dua buah buku catatan,” tandasnya.

Pelaku ini dijerat Pasal 158 Undang-Undang RI nomor 4 Tahun 2009 Tentang Penambangan Mineral dan batu bara,  dengan pidana hukuman penjara paling lama 10 tahun, dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Komentar

Berita Terbaru