oleh

Polisi dan Petugas Lingkungan Ambil Sampel Air Krueng Batee Iliek Bireuen

PENANEGERI, Bireuen – Polsek Samalanga dan petugas lingkungan hidup dari Dinas Pertambangan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim dan LH) mengambil sampel air Krueng Batee Iliek, Bireuen.

Pengambilan sampel tersebut menyusul adanya warga yang menetap di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Batee Iliek, Samalanga, Bireuen itu mengeluh gatal-gatal.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK, melalui Kapolsek Samalanga, Iptu Rifki Muslim SH kepada wartawan, Jumat (2/8) mengatakan, setelah adanya laporan dari warga dan santri yang mengeluh gatal-gatal, tim turun ke lokasi.

“Kami langsung turun ke lapangan bersama tim lingkungan hidup untuk mengambil sampel air Krueng Batee Iliek,” kata Rifki Muslim.

“Selanjutnya kita imbau kepada masyarakat, untuk sementara waktu tidak mandi di aliran sungai, terutama santri maupun masyarakat kalau masih gatal-gatal,” harap Kapolsek Samalanga.

Sementara itu, Camat Samalanga, Mulyadi mengatakan,  pihaknya juga sudah menerima laporan dari masyarakat juga  santri di beberapa dayah yang ada di Samalanga terkait keluhan gatal-gatal setelah mandi di aliran Krueng Batee Iliek.

Baca Juga  34.812 Warga Bireuen Terima Bantuan Pangan Non Tunai

Menurutnya, petugas dari Dinas Pertambangan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim dan LH) sudah turun ke Batee Iliek dan mengambil sampel air Krueng Batee Iliek.

“Untuk memastikan apakah air sungai mengandung merkuri atau zat kimia. Maka kita harus  menunggu hasil pemeriksaan tersebut,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, sejak beberapa hari belakangan ini, warga dan santri dayah di kawasan yang menetap di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Batee Iliek, Samalanga, Bireuen, mengeluh gatal-gatal setelah mandi di aliran sungai itu.

Komentar

Berita Terbaru