oleh

Polisi Masih Selidiki Motif Penembakan Las Vegas

PENANEGERI, Desk Internasional – Pihak Kepolisian setempat di Las Vegas, AS pada hari Selasa (3/10), masih mencari petunjuk untuk menjelaskan mengapa Stephen Paddock (64), seorang pensiunan yang tidak memiliki catatan kriminal, kemudian melakukan rentetan tembakan ke kerumunan 22.000 orang yang menghadiri festival musik di Las Vegas.

Aklbat aksi penembakan massal pada malam hari Minggu dari jendela hotel Mandalay Bay di lantai 32, di Las Vegas Strip, menewaskan setidaknya 59 orang, dan melukai 527 lainnya, sebelum akhirnya pelaku Stephen Paddock mengarahkan senjata pada dirinya sendiri, hingga tewas.

Lebih dari 500 orang terluka, beberapa akibat terinjak-injak, dalam penembakan massal paling mematikan dalam sejarah modern AS.

Stephen Paddock, (64) kemudian diketahui memiliki 42 senjata api, bedasarkan pemerikasaan polisi di kamar hotel dan di rumahnya.

“Kami telah menemukan 23 senjata api di Mandalay Bay dan 19 senjata api di rumahnya di Mesquite,” papar Todd Fasulo, asisten sheriff, kepada wartawan Senin malam, sehari setelah penembakan tersebut.

“Departemen kepolisian metropolitan Las Vegas sedang mengerjakan penyelidikan untuk memproses TKP dan juga menyelidiki motifnya,” kata Fasulo.

“Kami memburu dan mencatat setiap petunjuk yang bisa kami dapatkan di latar belakangnya,” tambahnya.

Paddock sendiri diketahui tidak pernah bertugas di militer, atau menderita penyakit jiwa atau telah mendaftarkan dugaan ketidakpuasan sosial, ketidakpuasan politik atau pandangan radikal terhadap media sosial.

“Dia adalah orang yang sakit, orang gila,” ujar Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan. “Banyak masalah, saya kira, dan kami memandangnya dengan sangat, sangat serius, tapi kami berurusan dengan individu yang sangat-sangat sakit”.

Trump menolak menjawab pertanyaan apakah dia menganggap serangan itu sebagai tindakan terorisme dalam negeri.

Pejabat AS juga mengabaikan adanya klaim tanggung jawab kelompok militan Islam.

Polisi mengatakan mereka percaya Paddock bertindak sendiri (lone wolf).

“Kami tidak tahu apa sistem kepercayaannya,” kata Sheriff Clark County Joseph Lombardo mengatakan kepada wartawan pada hari Senin. “Saya tidak bisa masuk ke dalam pikiran psikopat,” tambahnya.

Meski polisi mengatakan mereka tidak memiliki tersangka lainnya, Lombardo mengatakan bahwa penyidik ​​ingin berbicara dengan teman dekat Paddock, bernama Marilou Danley, yang mungkin berada di luar negeri..

Dalam catatan identitas yang didapat petugas, Paddock  adalah manajer apartemen dan pekerja industri kedirgantaraan. Paddock juga tampaknya hidup mapan di rumahnya di Mesquite, sekitar 120 kilometer arah timur laut Las Vegas.

Saudaranya, Eric, menggambarkan Stephen Paddock sebagai orang yang kaya secara finansial dan penggemar permainan poker video dan kapal pesiar.

“Kami bingung, dan ucapan belasungkawa kami kepada para korban,” kata Eric Paddock dalam sebuah wawancara seperti yang dikutip oleh kantor berita Reuters.

Hingga kini motif dorongan pelaku bernama Stephen Paddock yang  menembaki kerumunan ribuan penonton konser dari lantai 32 hotel Mandalay Bay, dan menewaskan sedikitnya 59 orang itu, motifnya belum jelas.

Paddock  menembakkan  ratusan peluru dari senapan mesin  otomatis pada kerumunan lebih dari 22.000 yang menghadiri festival musik terbuka , dimana saat penyanyi country musik Jason Aldean tampil.

Atas peristiwa maut ini, segenap pihak dari dalam dan luar negeri menyatakan bela sungkawa yang mendalam kepada para keluarga korban. (*)

Komentar

Berita Terbaru